Minggu, 12 Oktober 2014

Penyakit yang di sebabkan oleh VIRUS



1.     Nama Penyakit:Psorosis (Rimocorticus psorosis Fawc.)
Penyebabnya Virus atau Citrus Psorosis Virus (CPsV)     Penyebaran di wialayah Jawa Timur, jawa Tengah, bali, Riau, kalimantan Barat. Penyebaran di negara lain adalah Florida, Laut Tengah, Afrika Selatan dimana banyak pohon yang tidak produktif akibat serangan penyakit ini. Gejala awal adalah kematian pucuk atau ranting yang cepat yaitu 1 - 2 bulan setelah penularan. Pucuk dan ranting yang terbentuk setelah penularan mula - mula menguning daun-daunnya rontok, selanjutnya mengering. Gejala selanjutnya adalah garis - garis klorosis pada jaringan di sekitar tulang daun dan bercak - bercak klorosis yang tepinya bergerigi atau zigzag yang simetris di sekitar tulang daun tengah, 2 - 4 bulan setelah penularan gejala dan terlihat jelas pada daun - daun muda dan pada daun yang sudah menjadi tua gejalanya menghilang.Pada varietas tertentu seperti jeruk manis menyebabkan pengelupasan kulit pada batang dan cabang (Bark scalling) pada 6 - 12 tahun setelah tertulari.  Morfologi dan daur penyakit. Virus ini menular melalui mata tempel yang berasal dari tanaman terinfeksi. Penularan kemungkinan terbawa biji. Varietas yang sangat peka adalah jenis Sweet Lime, Tangelo, dan mandarin    Faktor - faktor yang mempengaruhi penyakit Penggunaan mata tempel yang berasal dari tanaman sakit dan penyebaran bibit ke lokasi lain akan membantu penyebaran dan perluasan serangan penyakit ini.Pengendalian Menggunakan mata tempel yang sehat. Mengeradikasi / pemusnahan bibit yang terserang penyakit dan mencegah penyebaran dan pemasarannya. Sterilisasi alat - alat perbanyakan dengan alkohol 70 % atau klorok.







Pertanyaan :

·  Virus Apa Penyebab penyakit Psorosis (Rimocorticus psorosis Fawc) ?
Jawaban : Citrus Psorosis Virus (CPsV).   

·  Apa Gejala dari tumbuhan yang terkena virus ini ?
Jawaban : Gejala awal adalah kematian pucuk atau ranting yang cepat yaitu 1 - 2 bulan setelah penularan. Pucuk dan ranting yang terbentuk setelah penularan mula - mula menguning daun-daunnya rontok, selanjutnya mengering.

·  Bagaimana Virus ini menular ?
Jawaban : melalui mata tempel yang berasal dari tanaman terinfeksi. Penularan kemungkinan terbawa biji.

·  Tumbuhan apa saja yang biasa terkena virus ini ?
Jawaban : Sweet Lime, Tangelo, dan mandarin 

·  Adakah Faktor - faktor yang mempengaruhi penyakit ini ?
Jawaban :  iya, ada. Penggunaan mata tempel yang berasal dari tanaman sakit dan penyebaran bibit ke lokasi lain akan membantu penyebaran dan perluasan serangan penyakit ini

2.     Nama Penyakit:Puru Berkayu (Woody Gall)

Penyebab penyakit ini adalah Virus puru berkayu jeruk atau Citrus Vein Enation ? Woody Gall Virus (CVEV)      Penyebaran :Di Indonesia dilaporkan terdapat di Jawa Tengah dan jawa Barat. Di luar negeri tersebar di Amerika, Australia, Afrika Selatan, Fiji, Peru dan India.         Gejala Pada tanaman jeruk nipis, infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan - tonjolan (enation) yang tersebar tidak beraturan pada tulang daun di permukaan bawah daun. Gejala ini mula - mula berukuran kecil dan mulai tampak pada daun - daun muda yang biasanya terjadi 2 - 3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua. Pada tanaman terinfeksi, gejala tonjolan - tonjolan ini bisa terjadi pada sebagian atau seluruh daun.Selain pada jeruk nipis, gejala tersebut kadang-kadang dijumpai pada jeruk manis, Siem, Rough lemon (RL) dan Sour Orange, tetapi biasanya lebih ringan dibandingkan pada jeruk nipis.Pada tanaman jeruk yang disambung pada batang bawah RL, CVEV menyebabkan pembentukan puru - puru atau benjolan - benjolan (gall) pada daerah sambungan, sekitar 6 bulan sejak tertulari. Gejala ini mula-mula berukuran kecil berwarna hijau pucat, kemudian berkembang melebar dan membesar tak beraturan.   Morfologi dan daur. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang belum banyak diketahui seluk beluknya. CVEV bersifat endemik di pertanaman jeruk. Virus dapat menular melalui penyambungan mata tempel dan di lapang melalui beberapa jenis kutu daun, yaitu T. citridus, A. gossypii dan M. persicae. Serangan CVEV hampir selalu bersamaan dengan virus Tristeza.Tanaman inang lain :Belum diketahui       Pengendalian : Pengendalian serangga vektor dengan insektisida. Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang menghasilkan barang atas yang sehat.Alat - alat yang dipakai dalam penempelan didisinfeksi dengan teratur.














Pertanyaan :

·  Virus apa yang menyebabkan penyakit ini ?
Jawaban : Citrus vein enation

·  Bagaimana cara pengendaliannya ?
Jawaban : Pengendalian serangga vektor dengan insektisida. Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang menghasilkan barang atas yang sehat.Alat - alat yang dipakai dalam penempelan didisinfeksi dengan teratur.

·  Jenis varietas apa yang menyerang penyakit ini ?
Jawaban : Jeruk Nipis, Jeruk manis, Siem, Rough lemon (RL) dan Sour Orange

·  Sebutkan gejala yang di alami tanaman/tumbuhan bila terkena penyakit dan virus ini ?
Jawaban : mula - mula berukuran kecil dan mulai tampak pada daun - daun muda yang biasanya terjadi 2 - 3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua. Pada tanaman terinfeksi, gejala tonjolan - tonjolan ini bisa terjadi pada sebagian atau seluruh daun

·    Dimana penyebaran virus ini ?
Jawaban : Di Indonesia dilaporkan terdapat di Jawa Tengah dan jawa Barat. Di luar negeri tersebar di Amerika, Australia, Afrika Selatan, Fiji, Peru dan India.

3.     MOSAIK TEMBAKAU (Tobacco mosaic virus)

Tomat, adalah salah satu tanaman yang rentan terkena penyakit yang diakibatkan oleh serangan virus, virus pada tanaman tomat dikelompokkanpada penyakit penting di berbagai negara. Neinhaus (1981) mengungkapkan bahwa di negara tropis dan subtropis dilaporkan ada 18 jenis virus yang menyerang. Sedangkan Kranz at al (1977) melaporkan ada sekitar 12 jenis dengan menimbulkan gejala yang berbeda tergantung jenis virusnya. Kasus lain terjadi di Jepang dimana menurut Oshima (1979) menyebutkan ada enam jenis virus yang sering menyerang tanaman tomat di Jepang diantaranya : virus mosaic tembakau (TMV), virus mosaik ketimun atau cucumber mosaic virus (CMV), virus streak ganda atau double streak virus (DSV), virus bercak layu tomat atau tomato spotted wilt virus (TSWV) , virus kerupuk tomat atau leaf curl virus (TLCV) dan virus kentang Y atau potato virus Y (PVY). Meskipun demikian, tidak semua penyakit yang disebabkan virus tersebut dapat dijumpai di seluruh negara baik tropik maupun sub tropik. Terkadang serangnnya hanya pada daerah tertentu saja.Karenanya virus termasuk salah satu penyakit penting atau utama yang menyerang tanaman tomat. Hampir semua tomat yang ada saat ini belum ada yang memiliki daya tahan kuat bila sudah terserang. Selama ini, penyakit virus yang dominan dan seringkali menyerang tanaman tomat adalah TMV (Tobacco Mozaic Virus). Kehadiran TMV yang berat dapat menekan produktifitas hingga 0,2 sampai 50% tergantung varietas. Sedangkan di Jepang, mampu menekan produktifitas hingga 20 ? 50% .GejalaPada daun terjadi bercak-bercak hijau muda atau kuning yang tidak teratur. Bagian yang berwarna muda tidak dapat berkembang secepat bagianhijau yang biasa, sehingga daun menjadi berkerut atau terpuntir. Jika semai trinfeksi segera setelah muncuk, semai dapat mati. Jika tanaman trifeksi setelah dewasa pengaruhnya dapat lemah sekali. Infeksi mosaic pada buah mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun jika tanaman terinfeksi sejak awal, buah hanya menjadi kecil, bentuknya menyimpang, dan pada dinding buah mungkin terjadi bercak-bercak nekrotik.Jika mosaik tembakau dan mosaik mentimun mengdakan infeksi secara bersamaaan, pada batang dan buah akan terjadi garis-garis hitam yang terdiri atas jaringn mati.Penyebab PenyakitPenyakit disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus, tobamovirus = TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga disebut sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada toma biasa juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV), dan dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos, 1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).Virus memiliki titik inaktivasi pemanasan 94 C, titik pengenceran terahir 1 : 1.000.000. dalam daun tembakau virus sanggup bertahan sampai puluhan tahun. Zarahzarah (virion) virus mosaic tembakau berbentuk batang-batang yang panjangnya 280 nmdan tebalnya 15nm. Daur Penyakit Kebanyakan tembakau mengandung penyakit , kalau mereka yang bekerja di pertanaman tomat merokok atau mengunyah tembakau, maka mereka inilaha yang menularkan tanaman dengan TMV.

Virus menular secara mekanis, oleh tangan para pekerja, ternak, atau alat-alat pertanian.Virus tidak ditularkan oleh serangga. Selain pada tembakau, virus jiga dapat betahan pada sisa-sisa tanaman sakit selama 4 bulan. Virus jug adapt bertahan dari musim ke musim pada gulma yang termasuk suku terungan (Solanaceae), misalnya kecubung dan ceplukan.Pengenlolaan penyakit1.    Tidak merokok selama bekerja di pertanaman tomat, khususnya pada waktu bekerja di persemaian dan pada waktu memindahkan tanaman. Pada waktu ini pekerja dapat menularkan virus ke banyak tanaman, dan infeksi pada tanaman masih kecil akan sangan menekan produksi. Meskipun virus yang melekat di tangan tidak dapat sama sekali hilang di cuci, tetapi membasuh tangna dengan sabun atau deterjen akan banyak mengurangi infeksi. Persemaian diperiksa den
ga teliti, bibit yang sakit di cabut agar tidak menjadi sumber infeksi. Sekitar persemaia di bersihkan dari gulma, terutama gulma yang dapat menjadi inang sekunder seperti dari suku terung-terungan (Solanaceae) Diusahankan tanaman, khususnya yang masih muda tidak terlalu banyak di pegang dan tidak dipegang terlalu keras, misalnya pada saat memanjatkan tanaman dan pada waktu memangkas.4.    Proteksi silang atau premunisasi. Tanaman ditulasi dengan strain virus yang lemah untuk melindunginya terhadap infeksi strain virus yang kuat (Sulyo, 1988 dalam Semangun 2007). Hiruki (1980) di Canada membuktikan bahwa tanaman tomat yang diinfeksi dengan virus mosaic tembakau yang dilemahkan (dipanaskan dengan suhu 35 selama 15 hari dalam batanga tembakau) terlindungi dari infeksi virus yang virulen.

Pertanyaan :

·  Pada virus ini, apakah hanya tumbuhan Tembakau yang di serang ?
Jawaban : Tidak, bukan hanya tumbuhan tembakau, tetapi juga tanaman tomat yang tidak memiliki daya tahan yang kuat.

·  Apa saja nama virus yang menyerang tumbuhan Tomat ?
Jawaban : virus mosaic tembakau (TMV), virus mosaik ketimun atau cucumber mosaic virus (CMV), virus streak ganda atau double streak virus (DSV), virus bercak layu tomat atau tomato spotted wilt virus (TSWV) , virus kerupuk tomat atau leaf curl virus (TLCV) dan virus kentang Y atau potato virus Y (PVY).

·    Bagaimana cara mengantisipasi penyakit dan virus ini ?
Jawaban : Tidak merokok selama bekerja di pertanaman tomat, khususnya pada waktu bekerja di persemaian dan pada waktu memindahkan tanaman. Pada waktu ini pekerja dapat menularkan virus ke banyak tanaman, dan infeksi pada tanaman masih kecil akan sangan menekan produksi. Meskipun virus yang melekat di tangan tidak dapat sama sekali hilang di cuci, tetapi membasuh tangna dengan sabun atau deterjen akan banyak mengurangi infeksi. Persemaian diperiksa denga teliti, bibit yang sakit di cabut agar tidak menjadi sumber infeksi. Sekitar persemaia di bersihkan dari gulma, terutama gulma yang dapat menjadi inang sekunder seperti dari suku terung-terungan (Solanaceae) Diusahankan tanaman, khususnya yang masih muda tidak terlalu banyak di pegang dan tidak dipegang terlalu keras, misalnya pada saat memanjatkan tanaman dan pada waktu memangkas. Proteksi silang atau premunisasi.

·  Penyebab pada penyakit ini ?
Jawaban : Penyebab PenyakitPenyakit disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus, tobamovirus = TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga disebut sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada tomat biasa juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV), dan dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos, 1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).

·  Sebutkan sejarah singkat mengenai virus Mozaik Tobacco ?
Jawaban : PenyakitPenyakit disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus, tobamovirus = TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga disebut sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada toma biasa juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV), dan dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos, 1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).Virus memiliki titik inaktivasi pemanasan 94 C, titik pengenceran terahir 1 : 1.000.000. dalam daun tembakau virus sanggup bertahan sampai puluhan tahun. Zarahzarah (virion) virus mosaic tembakau berbentuk batang-batang yang panjangnya 280 nmdan tebalnya 15nm. Daur Penyakit Kebanyakan tembakau mengandung penyakit , kalau mereka yang bekerja di pertanaman tomat merokok atau mengunyah tembakau, maka mereka inilaha yang menularkan tanaman dengan TMV.


4.     Strawberry crinkle virus (SCV)

Stroberi merupakan salah satu buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman stroberi ini banyak diusahakan secara komersil oleh petani Indonesia, khususnya petani di dataran tinggi karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika. Perkembangan usaha budidaya tanaman stroberi di Indonesia sangat pesat. Beberapa daerah sentral produksi stroberi di Indonesia adalah Jawa Barat (Ciwidey, Garut dan Lembang), Jawa Timur (Batu, Pasuruan, Bondowoso dan Magetan), Jawa Tengah (Purbalingga, Karanganyer dan Magelang), Bali yaitu daerah Bedugul, Sumatra Utara yaitu daerah Berastagi, Sumatra Selatan yaitu daerah Banteang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (Hanif & Hasyim, 2012).Volume produksi stroberi tiap tahun mengalami peningkatan. Menurut Badan Pusat Statistik (2012) volume produksi stroberi tahun 2011 sebesar 41.035 ton meningkat 68% dari tahun 2010 yang hanya 24.846 ton. Peningkatan produksi ini sebanding dengan permintaan akan buahstroberi yang makin meningkat tiap tahunnya. Produksi stroberi dalam negeri belum mampu menutupi permintaan pasar yang tinggi sehingga pada tahun 2011 terdapat peningkatan impor stroberi sebesar 24,7%, yaitu dari 452 ton menjadi 564 ton. (BPS, 2012).Namun demikian, produksi stroberi di Indonesia masih sangat rendah. Produktivitas tanaman stroberi Indonesia rata-rata hanya 6-7 ton/ha/tahun sedangkan produktivitas stroberi menurut literatur mampu mencapai 57 ton/Ha/tahun. (Aswita, 2007; Hanif & Hasyim, 2012). Salah satusebabnya adalah adanya serangan organisme pangganggu tumbuhan (OPT) yang menginfeksi tanaman stroberi terutama virus. Virus yang menginfeksi tanaman dapat mempengaruhi proses fotosintesis karena daun yang terinfeksi virus dapat menunjukan perubahan bentuk, ukuran dan menurunkan kandungan klorofil total daun sehingga hasil produksi tanaman tidak maksimal (Akin, 2006).
Di Eropa, virus yang menginfeksi stroberi dapat menurunkan produksi antara 30-80% (Thompson & W. Jelkmann, 2003). Keberadaan C. fragaefoliidiketahui ada di pertanaman stroberi di daerah malang dan kabupaten Karo (Dwipayana, 2006; Aswita, 2007).Keberadaan SCV di Indonesia masih masuk daftar golongan A1 yang berarti virus tersebut belum masuk ke Negara Indonesia. SCV sangat diwaspadai oleh Badan Karantina Pertanian karena media pembawanya yang banyak yaitu dapat melalui bunga, buah, dan bibit tanaman (Suwanda, 2009).Pada musim hujan, permasalahan yang sering terjadi pada pertanaman stroberi adalah masalah penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman stroberi antara lain kapang kelabu, busuk buah matang, busukRhizopus, empulur merah, embun tepung, daun gosong, bercak daun, busuk daun, layuVerticillium, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus. Berikut ini Saya uraikan beberapa penyakit yang menyerang tanaman stroberi.Kapang KelabuKapang kelabu disebabkan oleh cendawan Botrytis cinereaPers.B. cinerea menyebabkan buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. Penyakit kapang kelabu dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif benomil.Kapang kelabu pada sroberi yang disebabkan Botrytis cinereaBusuk Buah MatangBusuk buah matang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum fragariaeBrooks.C. fragariaemenyebabkan buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. Cendawan ini dapat dikendalikandengan fungisida berbahan aktif tembaga.Busuk buah matang pada stroberi yang disebabkan oleh Colletotrichum fragariae RhizopusBusukRhizopus disebabkan oleh cendawan RhizopusstoloniferEhrenberg & Vuillemin.R. stolonifer menyebabkan buah busuk, berair, berwarna coklat muda, dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh. Di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam. BusukRhizopusdapat dikendalikan dengan membuang buah yang sakit, pascapanen yang baik, dan budidaya dengan mulsa plastik.
Busuk Rhizopus pada stroberi yang disebkan oleh Rhizopus stoloniferEmbun TepungEmbun tepung disebabkan oleh cendawanSphaetotheca mascularisatauUncinula necatorSchwein.S. mascularismenyebabkan bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. Embun tepung dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif benomil atau fenarimol.Embun tepung pada stroberi yang disebabkan oleh Uncinula necatorDaun GosongDaun gosong disebabkan oleh cendawanDiplocarpon earlianaEllis & Everhart atauMarssonina fragariae(Lib.) Klebahn.D. earlianamenyebabkan daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. Cendawan ini dapat dikendalikan secarakimiawi dengan fungisida berbahan aktif mankozeb atau propineb.Daun gosong pada stroberi yang disebabkan oleh Diplocarpon earlianaBercak DaunBercak daun disebabkan olehRamularia tulasniiSacc. atauMycosphaerella fragariae(Tul.) Lindau,Pestalotiopsis disseminate, danRhizoctonia solaniKuhn. Bercak daun yang disebabkan olehR. tulasniiberupa bercak kecil berwarna ungu tua pada daun, pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih. Bercak daun yang disebabkan olehP. disseminateberupa bercak bulat pada daun, pusat bercak berwarna coklat tua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, dan daun mudah gugur. Bercak daun yang disebabkan olehR. solaniberupa bercak coklat kehitaman besar pada daun. Penyakitbercak daun dapat dikendalikan secara kimiawi dengan fungisida berbahan aktif tembaga.Busuk DaunBusuk daun disebabkan oleh cendawanPhomopsis obscuransEllis & Everhart.P. obscuransmenyebabkan noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan fungisida berbahanaktif mankozeb, propineb, atau klorotalonil.LayuVerticilliumLayuVerticilliumdisebabkan oleh cendawanVerticillium dahliaeKleb.V. dahliaemenyebabkan daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu, dan tanaman mati. Cendawan ini dapat dikendalikan melalui fumigasi gas dengan fumigan yang berbahan aktif dazomet. Pemilihan tempat untuk penanaman stroberi sebaiknya menghindari tanah yang telah digunakan untuk penanaman tomat, kentang, okra, terung, maupun paprika untuk menghindari kemungkinan tersisanyaVerticilliumdalam tanah.

Pertanyaan :

·  Sebutkan virus yang menyebabkan buah strawberry menjadi busuk ?
Jawaban : Colletotrichum fragariaeBrooks.C. fragariae

·  Sebutkan gejala yang di sebabkan oleh virus  P. disseminate ?
Jawaban : bercak bulat pada daun, pusat bercak berwarna coklat tua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, dan daun mudah gugur. Bercak daun yang disebabkan oleh

·  Sebutkan gejala tanaman yang di sebabkan oleh virus R. tulasnii ?
Jawaban : bercak kecil berwarna ungu tua pada daun, pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih. Bercak daun.

·  Sebutkan gejala yang di sebabkan oleh virus R. solani ?
Jawaban : bercak coklat kehitaman besar pada daun. Penyakitbercak daun dapat dikendalikan secara kimiawi dengan fungisida berbahan aktif tembaga.Busuk Daun

·  Sebutkan gejala yang di sebabkan oleh virus Botrytis cinereaPers.B. cinerea ?
Jawaban : buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. Penyakit kapang kelabu dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif benomil.

5.     Virus Gemini/Brekele

pada Tanaman CabaiBeberapa saat yang lalu mungkin postingan ini tidaklah seperti ini namun untuk kali ini saya memberanikan diri untuk menulis tentang virus gemini ini atau di tempat saya sering disebut dengan penyakit brekele, virus ini pada beberapa tahun yang lalu (sekitar 2004) di tempat saya bukanlah penyakit yang penting, namun pada beberapa tahun terakhir ini penyakit yang diakibatkan virus ini merupakan momok yamg teramat momok bagi petani hortikultura (misal cabai, tomat, semangka, melon dll), karena virus ini menurut pengalaman yang pernah saya alami, mampu menggagalkan budidaya hingga 90%, bahkan pernah semangka saya yang baru berumur 23 hari saya cabut semuanya karena terserang virus ini, virus ini sejauh yang saya tahu memang belum ada pengobatannya, dan saat tanaman saya sendiri terserang virus ini belum pernah berhasil mengatasinya. Namun dengan cara pencegahan saya sedikit bisa bernafas lega, tanaman saya 1.5 tahun terakhir ini terbebas dari serangan virus ini. Menyiasati dan mengantisipasi gangguan penyakit virus ini bisa dimulai dengan mengetahui pengetahuan dasar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan virus gemini ini, sehingga dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengupayakan pengendaliannya baik pengendalian yang bersifat prefentif atau kuratif. Berikut ini adalah beberapa litteratur yang saya kumpulkan dari beberapa sumber yang berkaitan dengan virus ini dan sekaligus cara budidaya yang pernah saya lakukan untuk mengendalikan virus ini:Masa inkubasi virus gemini adalah 15 ? 29 hari artinya semenjak tanaman dihinggapi virus dibutuhkan waktu 15 ? 29 hari sampai tanaman tersebut memperlihatkan gejala terserang penyakit virus tersebut.Penularan virus ini adalah melalui cairan pada tanaman yang terkena virus ini yang kemudian dibawa oleh hama sebagai vektor (pembawa), dimana hama tersebut menyerang tanaman yang terkena virus kemudian pindah ketanaman yang sehat.Hama yang menjadi vektor virus ini misalnya thrips, kutu kebul, hama dewipersic, tungau,bahkan diduga manusiapun bisa menjadi vektor virusini, namun menurut penelitian dari IPB virus ini tidak ditularkan oleh manusia melalui cairan yang terbawa oleh manusia saat orang tersebut menyentuh cairan tanaman yang terluka, namun begitu kita harus waspada terhadap penularan yang dilakukan oleh kita (manusia) sendiri saatkita melakukan perawatan, ada dugaan prinsip dari penularan virus ini melalui pelukaan pada bagian tubuh tanaman entah (ini betul apa engganamun hal ini harus kita jadikan tolok ukur untuk kewaspadaan kita dan kita anggap saja memang begitu).Ciri-ciri tanaman yang terkena virus ini antara lain: tepi daun melengkung keatas, mengeriting, warna daun kekuningan agak belang, pertumbuhan kerdil bahkan cenderung berhenti, sedikit menghasilkan buah atau bahkan tidak berbuah sama sekali kalaupun berbuah bentuknya tidak normal dan relatif kecil
Gejala serangan dapat ditemui mulai dari kecambah sampai tanaman tua. Serangan virus ini mirip dengan penyakit fisiologis kekurangan unsur boron, ataupun juga mirip serangan hama thrips.Dan hal-hal yang perlu kita lakukan (ini yang pernah saya lakukan entah faktor kebetulan apa memang virus ini bisa dikedalikan dengan cara ini) adalah:*.Menekan sepenuhnya pertumbuhan hama-hama vektor terutama kutu kebul, karena hama inilah yang diduga paling kuat menjadi vektor virus ini.*.Menanam tanaman perangkap untuk kutu kebul, dan tanaman ini kita tanam pada pinggir lahan pertanaman kita (sebagai border), dan kita harus merawat tanaman border ini sama seperti tanaman inti yang kita usahakan, tanaman perangkap yang saya gunakan adalah tanaman kacang panjang.*.Tidak menanam pada lahan yang sekitarnya terjadi serangan virus gemini ini.*.Merotasi tanaman dengan tanaman diluar keluarga tanaman solanaceae (terung-terungan) dan cucutyledoneae (timun-timunan). Dalam arti kita jangan terus menerus membudidayakan tanaman dari keluarga terung-terungan misal terung, cabai, tomat,dll ataupuan dari keluarga timun-timunan misal mentimun, semangka, melon dll.*.Mengurangi sesedikit mungkin pelukaan pada tanaman yang kita usahakan, misal pemasangan ajir / lanjaran dilakukan sebelum kita melakukan penanaman darena saat kita memasang ajir / lanjaran saat tanaman sudah cukup besar maka akar akan terluka oleh ajir kita. Tidak melakuakan perempelan tunas lateral (tunas samping / tunas air) walaupun ini bertentangan dengan teknik budidaya (dimanatunas lateral harus dirempel) namun bila kita melakukan perempelan pada tanaman yang terkena virus maka tangan kita akan menjadi sarana tumpagan virus untuk berpindah ketanaman yang sehat.*.Lebih baik mengusahakan tanaman di musim penghujan karena saat musim penghujan populasi hama thrips, dan kutu kebul sangatlah kecil, namun kita harus waspada terhadap serangan jamur.*.Gunakan mulsa plastik hitam perak yang baru.

Pertanyaan :

·  Sebutkan cara pengendalian virus Gemini ?
Jawaban : Masa inkubasi virus gemini adalah 15 - 29 hari artinya semenjak tanaman dihinggapi virus dibutuhkan waktu 15 ? 29 hari sampai tanaman tersebut memperlihatkan gejala terserang penyakit virus tersebut.

·  Sebutkan cara penularan virus ini ?
Jawaban : melalui cairan pada tanaman yang terkena virus ini yang kemudian dibawa oleh hama sebagai vektor (pembawa), dimana hama tersebut menyerang tanaman yang terkena virus kemudian pindah ketanaman yang sehat.Hama yang menjadi vektor virus ini misalnya thrips, kutu kebul, hama dewipersic, tungau,bahkan diduga manusiapun bisa menjadi vektor virus ini.

·  Jelaskan cara pengendaliannya ?
Jawaban : Menekan sepenuhnya pertumbuhan hama-hama vektor terutama kutu kebul, karena hama inilah yang diduga paling kuat menjadi vektor virus ini.*.Menanam tanaman perangkap untuk kutu kebul, dan tanaman ini kita tanam pada pinggir lahan pertanaman kita (sebagai border), dan kita harus merawat tanaman border ini sama seperti tanaman inti yang kita usahakan, tanaman perangkap yang saya gunakan adalah tanaman kacang panjang.*.Tidak menanam pada lahan yang sekitarnya terjadi serangan virus gemini ini.*.Merotasi tanaman dengan tanaman diluar keluarga tanaman solanaceae (terung-terungan) dan cucutyledoneae (timun-timunan). Dalam arti kita jangan terus menerus membudidayakan tanaman dari keluarga terung-terungan misal terung, cabai, tomat,dll ataupuan dari keluarga timun-timunan misal mentimun, semangka, melon dll.*.Mengurangi sesedikit mungkin pelukaan pada tanaman yang kita usahakan, misal pemasangan ajir / lanjaran dilakukan sebelum kita melakukan penanaman darena saat kita memasang ajir / lanjaran saat tanaman sudah cukup besar maka akar akan terluka oleh ajir kita. Tidak melakuakan perempelan tunas lateral (tunas samping / tunas air) walaupun ini bertentangan dengan teknik budidaya (dimanatunas lateral harus dirempel) namun bila kita melakukan perempelan pada tanaman yang terkena virus maka tangan kita akan menjadi sarana tumpagan virus untuk berpindah ketanaman yang sehat.*.Lebih baik mengusahakan tanaman di musim penghujan karena saat musim penghujan populasi hama thrips, dan kutu kebul sangatlah kecil, namun kita harus waspada terhadap serangan jamur.*.Gunakan mulsa plastik hitam perak yang baru.

·  Apa ciri-ciri tanaman yang terkena penyakit ini ?
Jawaban : tepi daun melengkung keatas, mengeriting, warna daun kekuningan agak belang, pertumbuhan kerdil bahkan cenderung berhenti, sedikit menghasilkan buah atau bahkan tidak berbuah sama sekali kalaupun berbuah bentuknya tidak normal dan relatif kecil. Gejala serangan dapat ditemui mulai dari kecambah sampai tanaman tua. Serangan virus ini mirip dengan penyakit fisiologis kekurangan unsur boron, ataupun juga mirip serangan hama thrips.

·  Pada tanaman apa saja yang bisa terkena virus ini ?
Jawaban : cabai, tomat, semangka, melon