1. Nama
Penyakit:Psorosis (Rimocorticus psorosis Fawc.)
Penyebabnya
Virus atau Citrus Psorosis Virus (CPsV)
Penyebaran di wialayah Jawa Timur, jawa Tengah, bali, Riau, kalimantan
Barat. Penyebaran di negara lain adalah Florida, Laut Tengah, Afrika Selatan
dimana banyak pohon yang tidak produktif akibat serangan penyakit ini. Gejala
awal adalah kematian pucuk atau ranting yang cepat yaitu 1 - 2 bulan setelah
penularan. Pucuk dan ranting yang terbentuk setelah penularan mula - mula
menguning daun-daunnya rontok, selanjutnya mengering. Gejala selanjutnya adalah
garis - garis klorosis pada jaringan di sekitar tulang daun dan bercak - bercak
klorosis yang tepinya bergerigi atau zigzag yang simetris di sekitar tulang
daun tengah, 2 - 4 bulan setelah penularan gejala dan terlihat jelas pada daun
- daun muda dan pada daun yang sudah menjadi tua gejalanya menghilang.Pada
varietas tertentu seperti jeruk manis menyebabkan pengelupasan kulit pada
batang dan cabang (Bark scalling) pada 6 - 12 tahun setelah tertulari. Morfologi dan daur penyakit. Virus ini
menular melalui mata tempel yang berasal dari tanaman terinfeksi. Penularan
kemungkinan terbawa biji. Varietas yang sangat peka adalah jenis Sweet Lime,
Tangelo, dan mandarin Faktor - faktor
yang mempengaruhi penyakit Penggunaan mata tempel yang berasal dari tanaman
sakit dan penyebaran bibit ke lokasi lain akan membantu penyebaran dan
perluasan serangan penyakit ini.Pengendalian Menggunakan mata tempel yang
sehat.
Mengeradikasi
/ pemusnahan bibit yang terserang penyakit dan mencegah penyebaran dan
pemasarannya. Sterilisasi alat - alat perbanyakan dengan alkohol 70 % atau
klorok.
Pertanyaan :
· Virus Apa Penyebab penyakit
Psorosis (Rimocorticus psorosis Fawc) ?
Jawaban
:
Citrus Psorosis Virus (CPsV).
· Apa
Gejala dari tumbuhan yang terkena virus ini ?
Jawaban
:
Gejala awal adalah kematian pucuk atau
ranting yang cepat yaitu 1 - 2 bulan setelah penularan. Pucuk dan ranting yang
terbentuk setelah penularan mula - mula menguning daun-daunnya rontok,
selanjutnya mengering.
· Bagaimana Virus ini menular ?
Jawaban
:
melalui mata tempel yang berasal dari
tanaman terinfeksi. Penularan kemungkinan terbawa biji.
· Tumbuhan apa saja yang biasa
terkena virus ini ?
Jawaban
:
Sweet Lime, Tangelo, dan mandarin
· Adakah Faktor - faktor yang
mempengaruhi penyakit ini ?
Jawaban
: iya,
ada. Penggunaan mata tempel yang berasal dari tanaman sakit dan penyebaran
bibit ke lokasi lain akan membantu penyebaran dan perluasan serangan penyakit
ini
2. Nama
Penyakit:Puru Berkayu (Woody Gall)
Penyebab
penyakit ini adalah Virus puru berkayu jeruk atau Citrus Vein Enation ? Woody
Gall Virus (CVEV) Penyebaran :Di
Indonesia dilaporkan terdapat di Jawa Tengah dan jawa Barat. Di luar negeri
tersebar di Amerika, Australia, Afrika Selatan, Fiji, Peru dan India. Gejala Pada tanaman jeruk nipis,
infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan - tonjolan (enation) yang tersebar
tidak beraturan pada tulang daun di permukaan bawah daun. Gejala ini mula -
mula berukuran kecil dan mulai tampak pada daun - daun muda yang biasanya
terjadi 2 - 3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun
menjadi tua. Pada tanaman terinfeksi, gejala tonjolan - tonjolan ini bisa
terjadi pada sebagian atau seluruh daun.Selain pada jeruk nipis, gejala
tersebut kadang-kadang dijumpai pada jeruk manis, Siem, Rough lemon (RL) dan
Sour Orange, tetapi biasanya lebih ringan dibandingkan pada jeruk nipis.Pada
tanaman jeruk yang disambung pada batang bawah RL, CVEV menyebabkan pembentukan
puru - puru atau benjolan - benjolan (gall) pada daerah sambungan, sekitar 6
bulan sejak tertulari. Gejala ini mula-mula berukuran kecil berwarna hijau
pucat, kemudian berkembang melebar dan membesar tak beraturan. Morfologi dan daur. Penyakit ini disebabkan
oleh virus yang belum banyak diketahui seluk beluknya. CVEV bersifat endemik di
pertanaman jeruk. Virus dapat menular melalui penyambungan mata tempel dan di
lapang melalui beberapa jenis kutu daun, yaitu T. citridus, A. gossypii dan M.
persicae. Serangan CVEV hampir selalu bersamaan dengan virus Tristeza.Tanaman
inang lain :Belum diketahui
Pengendalian : Pengendalian serangga vektor dengan insektisida.
Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang menghasilkan barang atas yang
sehat.Alat - alat yang dipakai dalam penempelan didisinfeksi dengan teratur.
Pertanyaan
:
· Virus apa yang menyebabkan
penyakit ini ?
Jawaban
: Citrus vein enation
· Bagaimana cara pengendaliannya
?
Jawaban
: Pengendalian serangga
vektor dengan insektisida. Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang
menghasilkan barang atas yang sehat.Alat - alat yang dipakai dalam penempelan
didisinfeksi dengan teratur.
· Jenis varietas apa yang
menyerang penyakit ini ?
Jawaban
: Jeruk Nipis, Jeruk manis,
Siem, Rough lemon (RL) dan Sour Orange
· Sebutkan gejala yang di alami
tanaman/tumbuhan bila terkena penyakit dan virus ini ?
Jawaban
: mula - mula
berukuran kecil dan mulai tampak pada daun - daun muda yang biasanya terjadi 2
- 3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua.
Pada tanaman terinfeksi, gejala tonjolan - tonjolan ini bisa terjadi pada
sebagian atau seluruh daun
· Dimana penyebaran virus ini ?
Jawaban
: Di Indonesia
dilaporkan terdapat di Jawa Tengah dan jawa Barat. Di luar negeri tersebar di
Amerika, Australia, Afrika Selatan, Fiji, Peru dan India.
3. MOSAIK
TEMBAKAU (Tobacco mosaic virus)
Tomat,
adalah salah satu tanaman yang rentan terkena penyakit yang diakibatkan oleh
serangan virus, virus pada tanaman tomat dikelompokkanpada penyakit penting di
berbagai negara. Neinhaus (1981) mengungkapkan bahwa di negara tropis dan
subtropis dilaporkan ada 18 jenis virus yang menyerang. Sedangkan Kranz at al
(1977) melaporkan ada sekitar 12 jenis dengan menimbulkan gejala yang berbeda
tergantung jenis virusnya. Kasus lain terjadi di Jepang dimana menurut Oshima
(1979) menyebutkan ada enam jenis virus yang sering menyerang tanaman tomat di
Jepang diantaranya : virus mosaic tembakau (TMV), virus mosaik ketimun atau
cucumber mosaic virus (CMV), virus streak ganda atau double streak virus (DSV),
virus bercak layu tomat atau tomato spotted wilt virus (TSWV) , virus kerupuk
tomat atau leaf curl virus (TLCV) dan virus kentang Y atau potato virus Y
(PVY). Meskipun demikian, tidak semua penyakit yang disebabkan virus tersebut
dapat dijumpai di seluruh negara baik tropik maupun sub tropik. Terkadang
serangnnya hanya pada daerah tertentu saja.Karenanya virus termasuk salah satu
penyakit penting atau utama yang menyerang tanaman tomat. Hampir semua tomat
yang ada saat ini belum ada yang memiliki daya tahan kuat bila sudah terserang.
Selama ini, penyakit virus yang dominan dan seringkali menyerang tanaman tomat
adalah TMV (Tobacco Mozaic Virus). Kehadiran TMV yang berat dapat menekan
produktifitas hingga 0,2 sampai 50% tergantung varietas. Sedangkan di Jepang,
mampu menekan produktifitas hingga 20 ? 50% .GejalaPada daun terjadi
bercak-bercak hijau muda atau kuning yang tidak teratur. Bagian yang berwarna
muda tidak dapat berkembang secepat bagianhijau yang biasa, sehingga daun
menjadi berkerut atau terpuntir. Jika semai trinfeksi segera setelah muncuk,
semai dapat mati. Jika tanaman trifeksi setelah dewasa pengaruhnya dapat lemah
sekali. Infeksi mosaic pada buah mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun jika
tanaman terinfeksi sejak awal, buah hanya menjadi kecil, bentuknya menyimpang,
dan pada dinding buah mungkin terjadi bercak-bercak nekrotik.Jika mosaik
tembakau dan mosaik mentimun mengdakan infeksi secara bersamaaan, pada batang
dan buah akan terjadi garis-garis hitam yang terdiri atas jaringn mati.Penyebab
PenyakitPenyakit disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus,
tobamovirus = TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga
disebut sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada toma
biasa juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV),
dan dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos,
1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).Virus memiliki titik inaktivasi
pemanasan 94 C, titik pengenceran terahir 1 :
1.000.000. dalam daun tembakau virus sanggup bertahan sampai puluhan tahun.
Zarahzarah (virion) virus mosaic tembakau berbentuk batang-batang yang
panjangnya 280 nmdan tebalnya 15nm. Daur Penyakit Kebanyakan tembakau
mengandung penyakit , kalau mereka yang bekerja di pertanaman tomat merokok
atau mengunyah tembakau, maka mereka inilaha yang menularkan tanaman dengan
TMV.
Virus
menular secara mekanis, oleh tangan para pekerja, ternak, atau alat-alat
pertanian.Virus tidak ditularkan oleh serangga. Selain pada tembakau, virus
jiga dapat betahan pada sisa-sisa tanaman sakit selama 4 bulan. Virus jug adapt
bertahan dari musim ke musim pada gulma yang termasuk suku terungan
(Solanaceae), misalnya kecubung dan ceplukan.Pengenlolaan penyakit1. Tidak merokok selama bekerja di pertanaman
tomat, khususnya pada waktu bekerja di persemaian dan pada waktu memindahkan
tanaman. Pada waktu ini pekerja dapat menularkan virus ke banyak tanaman, dan
infeksi pada tanaman masih kecil akan sangan menekan produksi. Meskipun virus
yang melekat di tangan tidak dapat sama sekali hilang di cuci, tetapi membasuh
tangna dengan sabun atau deterjen akan banyak mengurangi infeksi. Persemaian
diperiksa den
ga teliti, bibit
yang sakit di cabut agar tidak menjadi sumber infeksi. Sekitar persemaia di
bersihkan dari gulma, terutama gulma yang dapat menjadi inang sekunder seperti
dari suku terung-terungan (Solanaceae) Diusahankan tanaman, khususnya yang
masih muda tidak terlalu banyak di pegang dan tidak dipegang terlalu keras,
misalnya pada saat memanjatkan tanaman dan pada waktu memangkas.4. Proteksi silang atau premunisasi. Tanaman
ditulasi dengan strain virus yang lemah untuk melindunginya terhadap infeksi
strain virus yang kuat (Sulyo, 1988 dalam Semangun 2007). Hiruki (1980) di
Canada membuktikan bahwa tanaman tomat yang diinfeksi dengan virus mosaic
tembakau yang dilemahkan (dipanaskan dengan suhu 35 selama 15 hari dalam
batanga tembakau) terlindungi dari infeksi virus yang virulen.
Pertanyaan
:
· Pada virus ini, apakah hanya
tumbuhan Tembakau yang di serang ?
Jawaban
: Tidak, bukan hanya
tumbuhan tembakau, tetapi juga tanaman tomat yang tidak memiliki daya tahan
yang kuat.
· Apa saja nama virus yang
menyerang tumbuhan Tomat ?
Jawaban
: virus mosaic
tembakau (TMV), virus mosaik ketimun atau cucumber mosaic virus (CMV), virus
streak ganda atau double streak virus (DSV), virus bercak layu tomat atau
tomato spotted wilt virus (TSWV) , virus kerupuk tomat atau leaf curl virus
(TLCV) dan virus kentang Y atau potato virus Y (PVY).
· Bagaimana cara mengantisipasi
penyakit dan virus ini ?
Jawaban
: Tidak merokok
selama bekerja di pertanaman tomat, khususnya pada waktu bekerja di persemaian
dan pada waktu memindahkan tanaman. Pada waktu ini pekerja dapat menularkan
virus ke banyak tanaman, dan infeksi pada tanaman masih kecil akan sangan
menekan produksi. Meskipun virus yang melekat di tangan tidak dapat sama sekali
hilang di cuci, tetapi membasuh tangna dengan sabun atau deterjen akan banyak
mengurangi infeksi. Persemaian diperiksa denga teliti, bibit yang sakit di
cabut agar tidak menjadi sumber infeksi. Sekitar persemaia di bersihkan dari
gulma, terutama gulma yang dapat menjadi inang sekunder seperti dari suku
terung-terungan (Solanaceae) Diusahankan tanaman, khususnya yang masih muda
tidak terlalu banyak di pegang dan tidak dipegang terlalu keras, misalnya pada
saat memanjatkan tanaman dan pada waktu memangkas. Proteksi silang atau
premunisasi.
· Penyebab pada penyakit ini ?
Jawaban
: Penyebab
PenyakitPenyakit disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus,
tobamovirus = TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga
disebut sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada tomat
biasa juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV),
dan dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos,
1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).
· Sebutkan sejarah singkat
mengenai virus Mozaik Tobacco ?
Jawaban
: PenyakitPenyakit
disebabkan oleh virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus, tobamovirus =
TMV), yang dahulu dikenal sebagai Marmor tabaci Holmes, yang juga disebut
sebagai Nicotana virus 1 (Mayer) Smith. Virus yang terdapat pada toma biasa
juga di sebut sebagai virus mosaic tomat (Tomato mosaic virus = ToMV), dan
dikatakan ToMV memiliki hubungan yang erat dengan strain-strain TMV (Bos,
1983;Lange, 1984 dalam Semangun, 2007).Virus memiliki titik inaktivasi
pemanasan 94 C, titik pengenceran terahir 1
: 1.000.000. dalam daun tembakau virus sanggup bertahan sampai puluhan tahun.
Zarahzarah (virion) virus mosaic tembakau berbentuk batang-batang yang
panjangnya 280 nmdan tebalnya 15nm. Daur Penyakit Kebanyakan tembakau
mengandung penyakit , kalau mereka yang bekerja di pertanaman tomat merokok
atau mengunyah tembakau, maka mereka inilaha yang menularkan tanaman dengan
TMV.
4. Strawberry
crinkle virus (SCV)
Stroberi
merupakan salah satu buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman
stroberi ini banyak diusahakan secara komersil oleh petani Indonesia, khususnya
petani di dataran tinggi karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika.
Perkembangan usaha budidaya tanaman stroberi di Indonesia sangat pesat.
Beberapa daerah sentral produksi stroberi di Indonesia adalah Jawa Barat
(Ciwidey, Garut dan Lembang), Jawa Timur (Batu, Pasuruan, Bondowoso dan
Magetan), Jawa Tengah (Purbalingga, Karanganyer dan Magelang), Bali yaitu
daerah Bedugul, Sumatra Utara yaitu daerah Berastagi, Sumatra Selatan yaitu
daerah Banteang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (Hanif & Hasyim,
2012).Volume produksi stroberi tiap tahun mengalami peningkatan. Menurut Badan
Pusat Statistik (2012) volume produksi stroberi tahun 2011 sebesar 41.035 ton
meningkat 68% dari tahun 2010 yang hanya 24.846 ton. Peningkatan produksi ini
sebanding dengan permintaan akan buahstroberi yang makin meningkat tiap
tahunnya. Produksi stroberi dalam negeri belum mampu menutupi permintaan pasar
yang tinggi sehingga pada tahun 2011 terdapat peningkatan impor stroberi
sebesar 24,7%, yaitu dari 452 ton menjadi 564 ton. (BPS, 2012).Namun demikian,
produksi stroberi di Indonesia masih sangat rendah. Produktivitas tanaman
stroberi Indonesia rata-rata hanya 6-7 ton/ha/tahun sedangkan produktivitas
stroberi menurut literatur mampu mencapai 57 ton/Ha/tahun. (Aswita, 2007; Hanif
& Hasyim, 2012). Salah satusebabnya adalah adanya serangan organisme
pangganggu tumbuhan (OPT) yang menginfeksi tanaman stroberi terutama virus.
Virus yang menginfeksi tanaman dapat mempengaruhi proses fotosintesis karena
daun yang terinfeksi virus dapat menunjukan perubahan bentuk, ukuran dan
menurunkan kandungan klorofil total daun sehingga hasil produksi tanaman tidak
maksimal (Akin, 2006).
Di
Eropa, virus yang menginfeksi stroberi dapat menurunkan produksi antara 30-80%
(Thompson & W. Jelkmann, 2003). Keberadaan C. fragaefoliidiketahui
ada di pertanaman stroberi di daerah malang dan kabupaten Karo (Dwipayana,
2006; Aswita, 2007).Keberadaan SCV di Indonesia masih masuk daftar golongan A1
yang berarti virus tersebut belum masuk ke Negara Indonesia. SCV sangat
diwaspadai oleh Badan Karantina Pertanian karena media pembawanya yang banyak
yaitu dapat melalui bunga, buah, dan bibit tanaman (Suwanda, 2009).Pada musim
hujan, permasalahan yang sering terjadi pada pertanaman stroberi adalah masalah
penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman stroberi antara lain kapang
kelabu, busuk buah matang, busukRhizopus, empulur merah, embun tepung, daun
gosong, bercak daun, busuk daun, layuVerticillium, dan berbagai penyakit yang
disebabkan oleh virus. Berikut ini Saya uraikan beberapa penyakit yang
menyerang tanaman stroberi.Kapang KelabuKapang kelabu disebabkan oleh cendawan Botrytis
cinereaPers.B. cinerea menyebabkan buah membusuk dan berwarna coklat
lalu mengering. Penyakit kapang kelabu dapat dikendalikan dengan fungisida
berbahan aktif benomil.Kapang kelabu pada sroberi yang disebabkan Botrytis
cinereaBusuk Buah MatangBusuk buah matang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum
fragariaeBrooks.C. fragariaemenyebabkan buah masak menjadi
kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna
merah jambu. Cendawan ini dapat dikendalikandengan fungisida berbahan aktif
tembaga.Busuk buah matang pada stroberi yang disebabkan oleh Colletotrichum
fragariae RhizopusBusukRhizopus disebabkan oleh cendawan RhizopusstoloniferEhrenberg &
Vuillemin.R. stolonifer menyebabkan buah busuk, berair, berwarna coklat
muda, dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh. Di tempat penyimpanan,
buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora
hitam. BusukRhizopusdapat dikendalikan dengan membuang buah yang sakit,
pascapanen yang baik, dan budidaya
dengan
mulsa plastik.
Busuk Rhizopus pada
stroberi yang disebkan oleh Rhizopus stoloniferEmbun TepungEmbun tepung
disebabkan oleh cendawanSphaetotheca mascularisatauUncinula necatorSchwein.S.
mascularismenyebabkan bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan
putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. Embun tepung dapat
dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif benomil atau fenarimol.Embun
tepung pada stroberi yang disebabkan oleh Uncinula necatorDaun GosongDaun
gosong disebabkan oleh cendawanDiplocarpon earlianaEllis & Everhart
atauMarssonina fragariae(Lib.) Klebahn.D. earlianamenyebabkan daun berbercak
bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. Cendawan ini
dapat dikendalikan secarakimiawi dengan fungisida berbahan aktif mankozeb atau
propineb.Daun gosong pada stroberi yang disebabkan oleh Diplocarpon
earlianaBercak DaunBercak daun disebabkan olehRamularia tulasniiSacc.
atauMycosphaerella fragariae(Tul.) Lindau,Pestalotiopsis disseminate,
danRhizoctonia solaniKuhn. Bercak daun yang disebabkan olehR. tulasniiberupa
bercak kecil berwarna ungu tua pada daun, pusat bercak berwarna coklat yang
akan berubah menjadi putih. Bercak daun yang disebabkan olehP.
disseminateberupa bercak bulat pada daun, pusat bercak berwarna coklat tua
dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, dan daun
mudah gugur. Bercak daun yang disebabkan olehR. solaniberupa bercak coklat
kehitaman besar pada daun. Penyakitbercak daun dapat dikendalikan secara
kimiawi dengan fungisida berbahan aktif tembaga.Busuk DaunBusuk daun disebabkan
oleh cendawanPhomopsis obscuransEllis & Everhart.P. obscuransmenyebabkan
noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda
membentuk luka mirip huruf V. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan fungisida
berbahanaktif mankozeb, propineb, atau
klorotalonil.LayuVerticilliumLayuVerticilliumdisebabkan oleh
cendawanVerticillium dahliaeKleb.V. dahliaemenyebabkan daun terinfeksi berwarna
kekuning-kuningan hingga coklat, layu, dan tanaman mati. Cendawan ini dapat
dikendalikan melalui fumigasi gas dengan fumigan yang berbahan aktif dazomet.
Pemilihan tempat untuk penanaman stroberi sebaiknya menghindari tanah yang
telah digunakan untuk penanaman tomat, kentang, okra, terung, maupun paprika
untuk menghindari kemungkinan tersisanyaVerticilliumdalam tanah.
Pertanyaan
:
· Sebutkan virus yang menyebabkan
buah strawberry menjadi busuk ?
Jawaban
: Colletotrichum
fragariaeBrooks.C. fragariae
· Sebutkan gejala yang di
sebabkan oleh virus P. disseminate
?
Jawaban
: bercak
bulat pada daun, pusat bercak berwarna coklat tua dikelilingi bagian tepi
berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, dan daun mudah gugur. Bercak daun
yang disebabkan oleh
· Sebutkan gejala tanaman yang di
sebabkan oleh virus R. tulasnii ?
Jawaban
: bercak kecil
berwarna ungu tua pada daun, pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah
menjadi putih. Bercak daun.
· Sebutkan gejala yang di
sebabkan oleh virus R. solani ?
Jawaban
: bercak coklat
kehitaman besar pada daun. Penyakitbercak daun dapat dikendalikan secara
kimiawi dengan fungisida berbahan aktif tembaga.Busuk Daun
· Sebutkan gejala yang di
sebabkan oleh virus Botrytis cinereaPers.B. cinerea ?
Jawaban
: buah membusuk dan
berwarna coklat lalu mengering. Penyakit kapang kelabu dapat dikendalikan
dengan fungisida berbahan aktif benomil.
5. Virus
Gemini/Brekele
pada
Tanaman CabaiBeberapa saat yang lalu mungkin postingan ini tidaklah seperti ini
namun untuk kali ini saya memberanikan diri untuk menulis tentang virus gemini
ini atau di tempat saya sering disebut dengan penyakit brekele, virus ini pada
beberapa tahun yang lalu (sekitar 2004) di tempat saya bukanlah penyakit yang
penting, namun pada beberapa tahun terakhir ini penyakit yang diakibatkan virus
ini merupakan momok yamg teramat momok bagi petani hortikultura (misal cabai,
tomat, semangka, melon dll), karena virus ini menurut pengalaman yang pernah
saya alami, mampu menggagalkan budidaya hingga 90%, bahkan pernah semangka saya
yang baru berumur 23 hari saya cabut semuanya karena terserang virus ini, virus
ini sejauh yang saya tahu memang belum ada pengobatannya, dan saat tanaman saya
sendiri terserang virus ini belum pernah berhasil mengatasinya. Namun dengan
cara pencegahan saya sedikit bisa bernafas lega, tanaman saya 1.5 tahun
terakhir ini terbebas dari serangan virus ini. Menyiasati dan mengantisipasi gangguan
penyakit virus ini bisa dimulai dengan mengetahui pengetahuan dasar tentang
segala sesuatu yang berhubungan dengan virus gemini ini, sehingga dapat
dijadikan sebagai titik tolak dalam mengupayakan pengendaliannya baik
pengendalian yang bersifat prefentif atau kuratif. Berikut ini adalah beberapa
litteratur yang saya kumpulkan dari beberapa sumber yang berkaitan dengan virus
ini dan sekaligus cara budidaya yang pernah saya lakukan untuk mengendalikan
virus ini:Masa inkubasi virus gemini adalah 15 ? 29 hari artinya semenjak
tanaman dihinggapi virus dibutuhkan waktu 15 ? 29 hari sampai tanaman tersebut
memperlihatkan gejala terserang penyakit virus tersebut.Penularan virus ini
adalah melalui cairan pada tanaman yang terkena virus ini yang kemudian dibawa
oleh hama sebagai vektor (pembawa), dimana hama tersebut menyerang tanaman yang
terkena virus kemudian pindah ketanaman yang sehat.Hama yang menjadi vektor
virus ini misalnya thrips, kutu kebul, hama dewipersic, tungau,bahkan diduga
manusiapun bisa menjadi vektor virusini, namun menurut penelitian dari IPB
virus ini tidak ditularkan oleh manusia melalui cairan yang terbawa oleh
manusia saat orang tersebut menyentuh cairan tanaman yang terluka, namun begitu
kita harus waspada terhadap penularan yang dilakukan oleh kita (manusia)
sendiri saatkita melakukan perawatan, ada dugaan prinsip dari penularan virus
ini melalui pelukaan pada bagian tubuh tanaman entah (ini betul apa engganamun
hal ini harus kita jadikan tolok ukur untuk kewaspadaan kita dan kita anggap
saja memang begitu).Ciri-ciri tanaman yang terkena virus ini antara lain: tepi
daun melengkung keatas, mengeriting, warna daun kekuningan agak belang,
pertumbuhan kerdil bahkan cenderung berhenti, sedikit menghasilkan buah atau
bahkan tidak berbuah sama sekali kalaupun berbuah bentuknya tidak normal dan
relatif kecil
Gejala
serangan dapat ditemui mulai dari kecambah sampai tanaman tua. Serangan virus
ini mirip dengan penyakit fisiologis kekurangan unsur boron, ataupun juga mirip
serangan hama thrips.Dan hal-hal yang perlu kita lakukan (ini yang pernah saya
lakukan entah faktor kebetulan apa memang virus ini bisa dikedalikan dengan
cara ini) adalah:*.Menekan sepenuhnya pertumbuhan hama-hama vektor terutama
kutu kebul, karena hama inilah yang diduga paling kuat menjadi vektor virus
ini.*.Menanam tanaman perangkap untuk kutu kebul, dan tanaman ini kita tanam
pada pinggir lahan pertanaman kita (sebagai border), dan kita harus merawat
tanaman border ini sama seperti tanaman inti yang kita usahakan, tanaman perangkap
yang saya gunakan adalah tanaman kacang panjang.*.Tidak menanam pada lahan yang
sekitarnya terjadi serangan virus gemini ini.*.Merotasi tanaman dengan tanaman
diluar keluarga tanaman solanaceae (terung-terungan) dan cucutyledoneae
(timun-timunan). Dalam arti kita jangan terus menerus membudidayakan tanaman
dari keluarga terung-terungan misal terung, cabai, tomat,dll ataupuan dari
keluarga timun-timunan misal mentimun, semangka, melon dll.*.Mengurangi
sesedikit mungkin pelukaan pada tanaman yang kita usahakan, misal pemasangan
ajir / lanjaran dilakukan sebelum kita melakukan penanaman darena saat kita
memasang ajir / lanjaran saat tanaman sudah cukup besar maka akar akan terluka
oleh ajir kita. Tidak melakuakan perempelan tunas lateral (tunas samping / tunas
air) walaupun ini bertentangan dengan teknik budidaya (dimanatunas lateral
harus dirempel) namun bila kita melakukan perempelan pada tanaman yang terkena
virus maka tangan kita akan menjadi sarana tumpagan virus untuk berpindah
ketanaman yang sehat.*.Lebih baik mengusahakan tanaman di musim penghujan
karena saat musim penghujan populasi hama thrips, dan kutu kebul sangatlah
kecil, namun kita harus waspada terhadap serangan jamur.*.Gunakan mulsa plastik
hitam perak yang baru.
Pertanyaan
:
·
Sebutkan
cara pengendalian virus Gemini ?
Jawaban
: Masa inkubasi virus
gemini adalah 15 - 29 hari artinya semenjak tanaman dihinggapi virus dibutuhkan
waktu 15 ? 29 hari sampai tanaman tersebut memperlihatkan gejala terserang
penyakit virus tersebut.
· Sebutkan cara penularan virus
ini ?
Jawaban
: melalui cairan pada
tanaman yang terkena virus ini yang kemudian dibawa oleh hama sebagai vektor
(pembawa), dimana hama tersebut menyerang tanaman yang terkena virus kemudian
pindah ketanaman yang sehat.Hama yang menjadi vektor virus ini misalnya thrips,
kutu kebul, hama dewipersic, tungau,bahkan diduga manusiapun bisa menjadi
vektor virus ini.
·
Jelaskan
cara pengendaliannya ?
Jawaban
: Menekan sepenuhnya
pertumbuhan hama-hama vektor terutama kutu kebul, karena hama inilah yang
diduga paling kuat menjadi vektor virus ini.*.Menanam tanaman perangkap untuk
kutu kebul, dan tanaman ini kita tanam pada pinggir lahan pertanaman kita
(sebagai border), dan kita harus merawat tanaman border ini sama seperti
tanaman inti yang kita usahakan, tanaman perangkap yang saya gunakan adalah
tanaman kacang panjang.*.Tidak menanam pada lahan yang sekitarnya terjadi
serangan virus gemini ini.*.Merotasi tanaman dengan tanaman diluar keluarga
tanaman solanaceae (terung-terungan) dan cucutyledoneae (timun-timunan). Dalam
arti kita jangan terus menerus membudidayakan tanaman dari keluarga
terung-terungan misal terung, cabai, tomat,dll ataupuan dari keluarga
timun-timunan misal mentimun, semangka, melon dll.*.Mengurangi sesedikit
mungkin pelukaan pada tanaman yang kita usahakan, misal pemasangan ajir /
lanjaran dilakukan sebelum kita melakukan penanaman darena saat kita memasang
ajir / lanjaran saat tanaman sudah cukup besar maka akar akan terluka oleh ajir
kita. Tidak melakuakan perempelan tunas lateral (tunas samping / tunas air)
walaupun ini bertentangan dengan teknik budidaya (dimanatunas lateral harus
dirempel) namun bila kita melakukan perempelan pada tanaman yang terkena virus
maka tangan kita akan menjadi sarana tumpagan virus untuk berpindah ketanaman
yang sehat.*.Lebih baik mengusahakan tanaman di musim penghujan karena saat
musim penghujan populasi hama thrips, dan kutu kebul sangatlah kecil, namun
kita harus waspada terhadap serangan jamur.*.Gunakan mulsa plastik hitam perak
yang baru.
·
Apa
ciri-ciri tanaman yang terkena penyakit ini ?
Jawaban
: tepi daun
melengkung keatas, mengeriting, warna daun kekuningan agak belang, pertumbuhan
kerdil bahkan cenderung berhenti, sedikit menghasilkan buah atau bahkan tidak
berbuah sama sekali kalaupun berbuah bentuknya tidak normal dan relatif kecil.
Gejala serangan dapat ditemui mulai dari kecambah sampai tanaman tua. Serangan
virus ini mirip dengan penyakit fisiologis kekurangan unsur boron, ataupun juga
mirip serangan hama thrips.
·
Pada
tanaman apa saja yang bisa terkena virus ini ?
Jawaban : cabai, tomat, semangka, melon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar