STANDAR
KOMPETENSI : Merekonstruksi perjuangan
bangsa Indonesia sejak Proklamasi sampai masa Reformasi.
KOMPETENSI
DASAR : Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia
pada masa orde baru.
TUJUAN
PEMBELAJARAN……..
SISWA DAPAT :
·
Menjelaskan
pertumbuhan penduduk masa Orde Baru
·
Menjelaskan
perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa orde baru
·
Mendeskripsikan
pengertian revolusi hijau
·
Menjelaskan
usaha pemerintah Indonesia dalam menghadapi revolusi hijau
·
Menjelaskan
dampak positif dan negatif revolusi hijau bagi masyarakat Indonesia
·
Menjelaskan
perkembangan teknologi di Indonesia pada masa orde baru
·
Menjelaskan
perkembangan industrialisasi di Indonesia pada masa orde baru
BAB I
PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA
PADA
MASA ORDE BARU
A. Proses
Pertumbuhan Serta Mobilitas Penduduk dan Perkembangan Masyarakat intelektual
Pada Masa Orde Baru
Orde baru merupakan suatu tatanan seluruh peri kehidupan rakyat, bangsa dan Negara yanag
diletakkan kembali kepada pelaksanaan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan
konsikuen. Dengan strategi pembangunan di bidang pertanian serta dengan
pemerataan pemenuhankebutuhan dasar
rakyat (pangan, gizi, pelayanan kesehatan, KB, pendidikan air bersih, dan
perumahan). Pemerintah berhasil mengurangi kemiskinan di Indonesia. Selain itu,
pemerintah juga melakukan pemerataan penduduk melalui program transmigrasi guna untuk pemerataan
penduduk di tiap daerah.
Pada
masa orde baru, telah terjadi kemajuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Kemajuan ini bukan hanya di nikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga bagi
masyarakat di pedesaan. Hal ini, pemerintah melakukan pembangunan sarana dan
prasarana perhubungan yang menjangkau antara perkotaan dan pedesaan sehingga
kebuthan ekonomi bias saling membutuhkan hasil produksi kota maupun desa.
B. Dampak
Revolusi Hijau dan Industrialisasi Terhadap Perubahan Teknologi dan Lingkungan
di Berbagai Daerah Pada Masa Orde Baru
1. REVOLUSI HIJAU
a.
Pengertian Revolusi Hijau
Revolusi hijau adalah revolusi atau perubahan
produksi biji-bijian dari hasil penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari
berbagai varietas gandum, padi dan jagung yang membuat hasil panen komoditas
tersebut meningkat di Negara-negara berkembang. Revolusi hijau pada dasarnya dapat juga di
artikan suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara
modern.
b.
Perkembangan Revolusi Hijau di Indonesia
Revolusi
hijau yang berkembang sangat pesat juga berpengaruh terhadap Indonesia.
Mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup dari pertanian atau berciri
agraris, sejalan dengan adanya revolusi hijau. Sehingga pemerintah berupaya
meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai cara.
Berbagai
macam penelitian yang di lakukan di Indonesia bertujuan untuk mendapatkan bibit
unggul/varietas tanaman pertanian yang sesuai dengan keadaan alam Indonesia.
Selain itu juga di lakukan pengolahan lahan-lahan pertanian/perluasan lahan
dengan cara membuka lahan-lahan baru serta melakukan program transmigrasi.
Sejak
tahun 1950 pemerintah telah melakukan perpindahan penduduk dari jawa ke
pulau-pulau yang jarang penduduknya. Tujuannya agar kehidupan masyarakat bias
meningkat serta meningkatkan hasil pertanian secara merata di tiap daerah di
Indonesia.
Revolusi Hijau di Indonesia di
formulasikan dalam konsep “Panca Usaha Tani” yaitu :
1. Pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau
varietas unggul
2. Pemupukan yang teratur
3. Pengairan yang cukup
4. Pemberantasan hama secara intensif
5. Teknik penanaman yang teratur
Usaha yang di lakukan :
1.
Eksentifikasi Pertanian, yaitu dengan cara
memperluas areal pertanian.
2.
Rehabilitasi Pertanian, yaitu usahan
meningkatkan produksi pertanian dengan pemulihan kemampuan daya produksi sumber
daya pertanian yang sudah kriitis.
3.
Intensifikasi Pertanian, yaitu di lakukan
dengan cara penyuluhan, penelitian, dan pencarian bibit unggul.
4.
Diversifikasi Pertanian, yaitu usaha untuk
meningkatkan produksi pertanian dengan keanekaraman usaha tani.
c. Dampak
Revolusi Hijau
Dampak
Positif:
· Munculnya bibit unggul berumur pendek
sehingga intensitas penanaman bertambah
· Meningkatkan pendapatan petani
· Merangsang akan pentingnya teknologi
· Merangsang dinamika ekonomi masyarakat
akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.
Dampak Negatif :
· System bagi hasil akan mengalami perubahan
· Pengaruh ekonomi uang di dalam berbagai
hubungan social di daerah pedesaan makin kuat
· Keterantungan akan pupuk, zat kimia
pembasmi hama yang mengakibatkan biaya prduksi
· Penigkatan produks panagn tidak di ikuti
oleh pendapatan petani secara keseluruhan, karena pengguna teknologi modern
hanya di rasakan oleh petani kaya.
d. Pengaruh
Revolusi Hijau Di Indonesia
Perkembangan
revolusi hijau di Indonesia mengalami pasang surut karena factor alam dan
ekologi. Produksi pangan mengalami kenaikan
pada tahun 1980, hasilnya tahun 1977-1979 indonesia merupakan pengimpor
beras terbesar di dunia. Dengan revolusi hijau sangat berpengaruh positif bagi
Negara indonseia khususnya pengadaan pangan. Keberhasilan Indonesia ini,
mendapat penghargaan dari FAO (Food and Agricultur Organization) pada tahun
1988.
C. Perkembangan
Industrialisasi di Indonesia
1. INDUSTRI PERTANIAN
Penemuan-penemuan
baru di bidang teknologi mendorong terjadinya berbagai macam perubahan dalam
kehidupan bermasyarakat. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang turut
menikmati kemajuan perkembangan industry. Pada dasarnya perekonomian Indonesia
bersifat agraris dan sebagian besar penduduk bekerja di sector pertanian.
Hasil-hasil pertanian yang meliputi hasil produksi pertanian, perkebunan,
perikanan, peternakan dan kehutanan merupakan bahan mentah untuk kegiatan
industry.
Dengan
banyaknya bahan mentah tersebtu mendorong adanya pabrik-pabrik untuk mengolah
bahan mentah tersebut. Keberadaan pabrik-pabrik tersebtu sangat menunjang
perkembangan perekonomian Indonesia.
Bentuk-bentuk industry pertanian yang di
kembangkan :
1. Industry pengolahan hasil tanaman pangan
dan holtikultura
2. Industry hasil pengolahan perkebunan
3. Industry hasil pengolahan perikanan
4. Industry hasil penolahan hutan
5. Industry pupuk dan pestisida
6. Industry mobil dan peralatan pertanian
2. INDUSTRI NonPERTANIAN
Berbagai
macam industry nonpertanian telah didirikan untuk menghasilkan dan meningkatkan
produksinya, diantaranya : pabrik semen (Gresik, Padang, Cibinong dan
Makassar). Sampai tahun 1970 kondisi perindustrian Indonesia masih sangat
lemah. Oleh karena itu, untuk memperkuat struktur industry Indonesia pemerintah
menyusun suatu langkah strategis secara bertahap. Langkah itu di namakan Peta
Rangka Landasan Bidang Industri Strukturisasi wilayah-wilayah industri dengan
system perumbuhan industry.
Di
bidang industry perkapalan, juga telah di bangun di Surabaya yang di kelola
oleh PT. PAL pada tahun 1985. Di bidang industry pesawat terbang pemerintah
juga membangun perusahaan dengan nama PT. IPTN (Industri Pesawat Terbang
Negara) di daerah bandung. Yang sekarang namanya Dirgantara Indonesia. Selain
itu, untuk mengelolah produksi logam besi baja juga di bangun pabrik-pabrik di
daerah Jakarta dan cilegon dengan nama Krakatau Steel.
Dengan
penargetan dan pencapaian hasil teknologi, Indonesia tumbuh menjadi kawasan
industry di berbagai tempat. Lahan-lahan pertanian banyak yang menjadi kawasan
industry, baik yang dilakukan pemodal asing maupun pemodal dalam negeri. Namun
di balik pencapaian tersebut, dampak negative industry di Indonesia juga
semakin meningkat. Hal ini terjadi karena tidak di perhatikannya analisi dampak
lingkungan (AMDAL), serta mental korup para pejabat Orde Baru yang dapat di
sogok sehingga pemilik modal dapat mmbangin industrinya walaupun tak memenuhi
persyaratan.
3. PENGEMBANGAN INDUTRIALISASI dan DAMPAKNYA
Pengembangan
industry di Indonesia merupakan salah satu target program pemerintah dalam
peiita. Sector industry juga mengalami pencapaian dan penargetan sasaran, yaitu
:
a. Pelita I (1april 1969-31 maret 1974)
dititik beratkan pada industry yang mendukung sector pertanian
b. Pelita II (1 april 1974-31 maret 1979)
dititik beratkan pada indutri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku
c. Pelita III (1 april 1979-31 maret 1984)
dititik beratkan pada bahan baku menjdai bahan jadi
d. Pelita IV (1 april 1984-31 maret 1989)
dititik beratkan pada industry yang menghasilkan mesin-mesin (mesin berat
ataupun ringan)
e. Peita V (1 april 1989-31 maret 1994) di
programkan untuk dapat menghasilkan barang ekspor industry yang menyerap banyak
tenaga kerja, mengelolah hasil-hasil pertanian menjadi barang industry
f. Pelita VI (1 april 1994-31 maret 1998)
dititik beratkan pada pembangunan indurti nasional yang mengarah pada penguatan
dan pendalaman struktur di dukung kemampuan teknologi yang makin meningkat.
D. RESPON
MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP PERUBAHAN DUNIA KEARAH GLOBALISASI DI BIDANG
TEKNOLOGI
Sejak
masa orde baru, kehidupan social ekonomi masyarakat mengalami kemajuan.
Perkembangan globalisasi ekonomi telah berhasil memperluas jangkauan kegiatan
ekonomi. Perkembangan kemajuan teknologi, khususnya bidang informasi bergerak
jumlah yang makin besar. Perkembangan ekonomi pada awalnya telah mengalami
kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat. Kemajuan social
ekonomi pada masa orde baru tidak hanya di nikmati oleh masyrakat perkotaan,
akan tetapi juga masyarakat pedesaan. Pada masa itu kehidupan ekonomi stabil
dan berkembang dengan baik.
KOMPETENSI
DASAR : Merekonstruksi Perkembangan
Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru
TUJUAN
PEMBELAJARAN………
SISWA DAPAT :
·
Menjelaskan
keadaan politik di Indonesia sebelum terjadi reformasi
·
Menguraikan
penyebab terjadinya reformasi
·
Menjelaskan
tujuan reformasi
·
Mendiskripsikan
secara kronologis terjadinya reformasi
·
Menjelaskan
perkembangan politik pemerintah setelah 21 mei 1998
·
Menjelaskan
keadaan ekonomi nasyarakat setelah reformasi
·
Menguraikan
keadaan social masyarakat setelah reformasi
·
Menguraikan
keadaan pemerintahan setelah reformasi
·
Menyebutkan
nama-nama cabinet setelah reformasi sampai sekarang.
MATERI
PEMBELAJARAN :
BAB II
PERKEMBANGAN POLITIK DAN PERUBAHAN
MASYARAKAT DI INDONESIA PADA MASA
REFORMASI
A.
Kondisi Politik dan
Ekonomi Sebelum Reformasi
Keberhasilan
pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus di akui
sebagai suatu keberhasilan. Namun keberhasilan itu tidak di imbangi dengan
pembangunan mental (character building) para pelaksanaan pemerintahan
(birokrat), aparat keamanan maupun pelaksana ekonomi. Pertengahan tahun 1997,
KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), utang luar negeri dan swasta semakin
meningkat di Indonesia, sehingga tidak mampu menghadapi imbas terjadinya krisis
moneter di asia tenggara.
Akibat ekonomi yang lemah serta keadaan politik
yang tidak menentu, mahasiswa bersama golongan intelektual mengadakan protes
terhadap pelaksanaan pemerintahan, keadaan inilah yang memicuh terjadinya
reformasi.
1.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA REFORMASI
a.
Krisis
Politik
Demokrasi yang dilaksanakan dengan semestinya
akan menimbulkan permasalahan poltik. Hal yang mendasar pada masa orde baru
adalah adanya penyalah gunaan kekuasaan. Dalam UUD 1945 pasal 2 bahwa
“kedaulatan berada di tangan rakyat dan di laksanakan oleh MPR”. Ada kesan
kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di
pegang oleh para pengusaha. Pada dasarnya secara de jure (hukum) kedaulatan rakyat berada dan di lakukan oleh MPR,
tetapi secara de facto (kenyataan)
anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR
diangkat berdasar ikatan kekeluargaan (nepotisme). Misalnya istri, anak,
keluarga atau kerabat dekat para
pejabat tinggi Negara bias diangkat jadi anggota DPR dan MPR. Dengan system
seperti itu, anggota MPR-DPR itu keanggotaannya dapat diatur dan bergantung
oleh penguasa.
Sebelum terjadi reformasi tahun 1998, kondisi
politik mulai memanas menjelang pemilu mei 1998. Pemerintahan orde baru yang di
dukung oleh Golongan Karya (GOLKAR) berusaha memenanglkan pemilu. Kondisi ini
diawali dengan adanya peristiwa tanggal 27 juli 1996, kerusuhan dan perusakan
DPP PDI. Pertikaian social berlangsung selama tahun 1996, diantaranya kerusuhan
meletus Situbondo, Jawa Timur. Oktober 1996. Kerusuhan di Tasikmalaya, Jawa
Barat. Desember 19996 dan Sanggau Ledo, Kalimantan Barat yang kemudian meluas ke
Singkawang dan Pontianak. Ketegangan semakin meningkat menjelang PEMILU 1997,
konflik antar agama, suku meletus di Pekalongan bulan Maret 1997 dan menyebar
ke Banjarmasin. Kemenangan mutlak GOLKAR dalam pemilu 1997, menjadikan
kompetisi anggota DPR-MPR mengarah ke insur-unsur nepotisme.
Dalam sidang Umum MPR Tahun 1998, semua
fraksi di MPR-DPR memberi dukungan sepenuhnya kepada soeharto menjadi presiden
periode 1998-2003. Naiknya soeharto sebagai presiden tidak dapat di pisahkan
dari komposisi DPR-MPR yang telah diatur sebelumnya. Sedangkan dikalangan
masyarakat ysng di motori oleh mahasiswa berkembang arus yang kuat untuk
menolak soeharto sebgai presiden masa jabatan 1998-2003.
b.
Krisis
Hukum
Demikian halnya dibidang ukum, pelaksanaannya
pada masa orde baruterdapat banyak ketidak adilan. Misalnya kekuasaan kehakiman
yang dinyatakan pada pasal 24 UUD 1945 bahwa kehakiman memiliki kekuasaan yang
merdeka dan terlepas dari kekuasaan
pemerintahan (eksekutif) namun kenyatannya kekuasaan kehakiman berada di
bwah kekuasaan eksekutif.
Oleh karena itu sangat sulit pelaksana hukum
menegakkan keadilah bagi rakyat . karena hakim-hakim lebih mementingkan
melayani kepentingan penguasa. Sehingga terkadang hukum sering di jadikan alat
pembenaran atas tindakan dengan penguasa, keluarga, kerabat atau para pejabat
Negara lainnya. Sehingga sejak reformasi meletus, bidang hukum menjadi salah
satu agenda reformasi.
c.
Krisis
Ekonomi
Krisis
moneter yang melanda Negara-negara Asia Tenggara sejak Juli 1996 mempengaruhi
perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia tak mampu menghadapi
dengan krisis global yang melanda dunia. Pada tanggal 1 agustus 1997, nilai
tukar rupiah turun dari Rp. 2.575 menjadi Rp. 2,663.sampai tahun 1998 nilai
tukar rupiah mencapai Rp. 16.000/US$ (Dollar).
Krisis
ekonomi di Indonesia tidak bisa di pisahkan dari berbagai kondisi, seperti :
·
Utang luar negeri yang semakin besar
·
Industrialisasi, pemerintahan orde baru ingin
menjadikan Negara RI sebagai Negara industry. Hal ini tidak di dukung oleh
kehiduoan agraris dan pendidikan masyarakat yang rendah.
·
Pemetintah yang sentralistik, sehingga segala
keputusan selalu di tentukan di Jakarta.
Dari kondisi di atas, krisis moneter telah
mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Banyak perusahaan yang tidak mampu
bayar utangnya langsung gulung tikar. Sehingga terjadi PHK yang mengakibatkan
bertambahnya pengangguran. Kondisi ekonomi yang semakin melemah dengan
ketersediannya sembako yang mulai menipis di pasaran. Hal ini menyebabkan harga
naik dan memberatkan bagi rakyat.
Dengan kondisi ekonomi ini, pemerintah dengan
berbagai upaya dilakukan namun tidak
dapat membendung gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Sehingga segala sendi kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain, dan semakin
kuatnya dorongan masyarakat agar posisi presiden lengser dari pemerintahan.
d.
Krisis
Kepercayaan
Multidimensi yang melanda bangsa Indonesia
telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kepimpinan presiden soeharto.
Untuk reformasi, berbagai upaya yang dilakukan oleh mahasiswa melalui
demonstrasi aksi damai. Aksi ini semakin gencar dengan kenaikan BBM dan ongkos
angkutan puncak aksi mahasiswa terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di Universitas
Trisakti, Jakarta. Dengan tewasnya mahasiswa elang mulya lesmana, heri hartono,
hendriawan dan hafidin royen. Kematian 4 mahasiswa ini membuat solidaritas di
kalangan kampus dan masyrakat untuk menentang pemerintah semakin kuat setelah
tragedy Trisakti juga menyulut terjadi kerusuhan dan penjarahan pada tanggal 13
dan 14 Mei 1998. Ketiga peristiwa Mei Kelbu terjadi, presiden pada saat itu
berada di Kairo, Mesir dalam rangka mengahadiri KTT G-12. Situasi yang semakin
tidak menentu dan semakin besarnya tuntutan kepada presiden untuk mundur
membuat presiden soeharto melakukan pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat,
politik, agama di istana presiden, Jakarta. Kemudian presiden mengumumkan
pembentukan dewan reformasi melakukan perubahan cabinet serta melakukan pemilu
dan presiden soehartotidak bersedia di calonkan.
Dalam rangka perkembangannya upaya yang di
inginkan oleh soeharto tidak bisa di laksanakan, akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998
presiden soeharto menyatakan mundur dari sebagai presiden RI dan menyerahkan
kepada wakilnya B.J Habibie.
2.
REFORMASI
a.
Munculnya
Gerakan Reformasi
Reformasi adalah merupakan perubahan yang
radikal dan menyeluruh dalam tatanan perikehidupan lama dengan tatanan
perikehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah baik.
Situasi poltik yang tidak terkendali dan
keadaan ekonomi yang tidak stabil, sehingga masyarakat menganggap masa orde
baru tidak berhasil menciptakan suasana masyarakat yang adil dan makmur. Oleh
karena itu, melalui reformasi di harapkan dapat merubah keadaan Indonesia
kearah yang lebih baik dan menciptakan penuh demokrasi. Beberapa agenda
reformasi yang di suarakan. Antara lain :
·
Adili soeharto dan krooni-kroninya
·
Amandemen UUD 1945
·
Penghapusan Dwifungsi ABRI
·
Otonomi daerah yang seluas-luasnya
·
Supremasi hukum
·
Pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi
dan neptisme (KKN)
b. Kronologi Reformasi
§
Pada awal bulan Maret 1998, melalui siding
Umum MPR, soeharto terpilih kembali menjadi presiden pada masa jabatan
1998-2003
§
Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari
berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang
menuntut : turunnya harga sembako, penghapusan KKN dan turunnya soeharto dari
presiden
§
Pada tanggal 12 Mei 1998, terjadi bentrok
antara mahasiswa dengan aparat keamanan pada saat berlangsung demonstrasi
§
Pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998, di Jakarta
dan sekitarnya terjadi kerusuhan massal penjarahan yang melumpuhkan kegiatan
masyarakat
§
Pada tanggal 19 Mei 1998, puluhan ribu
mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia berhasil menduduki gedung MPR-DPR
§
Pada tanggal 20 Mei 1998, presiden soeharto
mengundang para tokoh-tokoh poltik, agama dan masyarakat untuk membentuk dewan
reforasi tetapi gagal.
§
Pada tanggal 21 Mei 1998, jam 10.00 WIB
presiden soeharto melotakkan jabatannya di hadapan ketua dan beberapa anggota
Mahkamah Agung dan menyerahkan kepada Wakilnya B.J Habibie sebagai presiden
inonesia yang ke-3.
c.
Tujuan
Reformasi
·
Reformasi politik bertujuan untuk tercapainya
demokrasi
·
Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan
tercapainya kehidupan masyarakat yang layak
·
Reformasi hukum bertujuan tercapainya
keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
·
Reformasi social bertujuan terwujudnya
integritas Indonesia.
d.
Perkembangan
Politik Setelah 21 Mei 1998
1.
Pengangkatan B.J. Habibie Menjadi Presiden
KE-3
Tahun 1998 menjadi satu catatan tersendiri
sejarah perubahan di idonesia. Dilator belakangi dari krisis ekonomi yang
berkepanjangan dan berlanjut menjadi krisis multidimensi, sebuah usaha
perubahan social yang dimotori oleh gerakan mahasiswa yang didukung oleh
kesadaran bersama dari para mahasiswa. Momentum ini kemudian berkembang menjadi
suatu gerakan bersama yang menuntut perubahan diberbagai bidang, khususnya
system pemerintahan.
Setelah dilantik menjad presiden ke-3, B.J.
Habibie (Kabient Reformasi Pembangunan) bertekad akan melaksanakan dan
mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN dan melaksanakan agenda reformasi
secara menyeluruh. Pada tanggal 11 Mei 1998, B.J. Habibie membentuk cabinet
reformasi pembangunan.
Tugas habibie sebagai presiden menggantikan
soeharto sangatlah berat yaitu berusaha mengatasi krisis ekonomi yang melanda
Indonesia sejak pertengahan tahun1997. Habibie mengahadapi keadaan Indonesia
yang serba parah, baik ekonomi, hukum, social dan budaya
Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibie
dalam bidang POLITIK :
·
Membentuk komite untuk merancang UU politik
yang lebih longgar dalam jangka waktu 1 tahun
·
Menyetujui pembatasan masa jabatan presiden 5
tahun(1 periode) dan maksimal 2 periode dalam masa menjabat
·
UU No.9 Tahun 1998 kebebasan untuk
menyampaikan pendapat melaui demonstrasi, rapat-rapat umum juga di berikan
ruang bagi siapa yang ingin menyampaikan pendapat
·
Dwifungsi ABRI dalam peranannya di dewan juga
di hapuskan dan di kembalikan kedasar tugasnya sebagai keamanan
·
Pemberdayaan lembaga MPR, DPR, DPRD sesuai
dengan fungsi dan tugasnya
·
Reformasi lembaga kepresidenan
·
Paembaharuan kehidupan partai poltik
·
Penyelenggaraan PEMILU
·
Birokrasi sipil mengarah pada terciptanya
institusi birokrasi yang netral dan professional yang toda memihak
·
Mengembalikan fungsi ABRI hankam
·
Pelaksanaan asa desentralisasi
Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibe
dalam bidang EKONOMI :
·
Merekapitulasi perbankan
·
Merekonstruksi perekonomian Indonesia
·
Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
·
Menaikkan nilai tuka rupiah di bawah Rp.
13.000
·
Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang
diisyaratkan IMF
·
Penghapusan monopoli ekonomi
Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibie
dalam bidang HUKUM :
Reformasi dibidang hukum disesuaikan dengan
aspirasi yang berkembang di masyarakat yang berdasarkan dengan keadilan dan
dasar HAM, dan UU di sesuaikan tuntutan reformasi yang terfokus kepada
integritas nasional
2.
Jatuh Bangunnya Pemerintahan RI Setelah 21
Mei 1998
a.
Pemilu
1999
Pemilihan umum dilaksanakan pada tanggal 07
Juni 1999 yang diikuti 48 partai politik. Ada lima partai besar peserta pemilu,
yaitu : PDI-P, GOLKAR, PKB, PPP dan PAN dan sekaligus merupakan lima penyusunan
anggota MPR yang menempatkan Amien Rais sebagai ketua MPI dan Akbar Tanjung
sebagai ketua DPR.
b.
Sidang
Umum 14-21 Oktober 1999
Pada oktober 1999 dilaksanakan siding umum
MPR yang memilih K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai presiden dan Megawati
Soekarno Purti sebagai wapres 1999-2004. Selama pemerintahan Gusdur (Kabinet
Persatuan Nasional) secara umum belum mampu melepaskan Indonesia dari krisis.
Fakta justru yang ada hanya menunjukkan makin banyak terjadi penagngguran,
naiknya harga barang, dan meningkatnya angka kemiskinan. Selain itu, konflik di
daerah semakin berkembang di antaranya Aceh, Maluku, Papua, Poso, Kalimantan. Banyaknya
permasalahan yang dialami oleh bangsa sementara presiden seringkali melakukan
kunjungan ke luar negeri. Pada tanggal 29 Januari 2001, ribuan demonstran
berkumpul di depan gedung MPR yang meminta gusdur untuk mundur. Pada tanggal 23
Juli 2001 MPR melakukan sidang dan memberhentikan Gusdur sebagai presiden dan
kemudian di gantikan oleh Megawati Soekarno Putri sampai periode 2004.
Ketika megawati di lantik menjadi presiden
menggantikan gusdur, sangat di harapkan untuk membawa perbaikan dan perubahan.
Meskipun ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai tukar
rupiah yang lebih stabil. Indonesia pada masa pemerintahannya (Kabinet Gotong
Royong) tetap tidak menunjukkan perubahan berarti dalam bidang lainnya. Aktivis
terorisme meningkat tajam, sehingga menimbulkan sentiment negative dari luar
negeri. Slah satu program Megawati yang relative berhasil adalah pelaksanaan
pemilu 2004. Pada bulan Juli 2004 di adakan pemilihan presiden dan wakil
presiden secara langsung untuk pertama kalinya untuk periode 2004-2009.
Hasil pemilihan umum presiden 2004 di
menangkan oleh SBY-JK. Pasangan ini mengalahkan Megawati-Hazim Musadi di
putaran kedua. Periode SBY-JK (Kabinet Indonesia Bersatu) bertekad untuk
melaksanakan agenda reformasi terutama memberantas Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN). Upaya pemberantasan korupsi pada masa SBY-JK, baru hanya
sebatas kelas menengah kebawah. Pada masa ini, keadaan politik sangat dinamis
karena hubungan antara eksekutif dan legislative bekerja dengan penuh
kerjasama. Hal yang paling mendasar kesuksesan pemerintah ini adalah adanya
kesepakatan damai antara pihak Indonesia dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka
(GAM).
Selain itu pada tanggal 9 Mei 2006 indonesia
terpilih sebagai Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dua peristiwa besar yang terjadi pada masa pemerintahan
ini. tahun 2008 adalah meninggalnya mantan presiden soeharto tanggal 27 Januari
2008 dan terpidana mati trio bom bali (Amrosi, Ali Gufron, dan Imam Samudro)
pada tanggal 9 November 2008. Pada tanggal 9 april 2009, dilaksanakan pemilihan
anggota legislatif untuk memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD. Yang di ikuti
sebanyak 44 parpol. Sementara itu, tanggal 8 juli 2009 diadakan pemilihan
presiden tahap I dan tanggal 8 september 2009 untuk tahap II. Pemilihan
presiden tanggal 8 Juli 2009, dimenangkan oleh Pasangan SBY-Boediono untuk
periode 2009-2014 denga nama cabinet (Indonesia Bersatu II). Pada masa ini,
tekad untuk melaksanakan agenda reformasi tetap dilanjutkan sesuai dengan
tuntutan masyarakat.
B. Kondisi
Sosial dan Ekonomi Diberbagai Daerah Sejak Reformasi
1. Kondisi
Sosial Masyarakat Sejak Reformasi
Tuntutan reformasi sesuai dengan agenda yang
telah di sepakati, telah disalahgunakan oleh para petuualang politik untuk
kepentingan pribadi da kelompoknya. Pada masa reformasi konflik yang terjadi
dalam masyarakat makin mudah terjadi dan seringkali bersifat etnis didaerah.
Kondisi social yang kacau akibat lemahnya pengakuan hukum dan perekonomian yang
tidak kunjung membalik menyebabkan sering terjadi gesekan-gesekan dalam masyarakat.
Kondisi social yang terjadi di Kalimantan
barat melibatkan etnis Melayu, Dayak, Kec. Jawai, Sambas Kalimantan Barat.
Pencuri di hakimi oleh masyarakat hingga tewas pada tanggal 19 Jaunuari 1999.
Kebetulan pencuri ini beretnis Madura sedangkan penduduk desa Parisetia
beretnik Melayu dan Dayak. Entah dengan isu apa sehingga masyarakat desa
Sarimakmur kebanyakan etnis Madura melakukan balas dendam sehingga terjadi
kerusuhan yang menjalar keberbagai daerah di Kalimantan barat. Melalui
pemerintah dan tokoh masyarakat ketiga etnis tersebut sepakat membentuk forum
komunikasi Kalimantan barat dan segala permasalahan diselesaikan dengan damai
melalui wadah tersebut.
Beberapa konflik tersebut antara lain :
a.
Kalimantan Tengah
Konflik social di Kalimantan barat juga
terjadi di Kalimantan tengah, konflik ini terjadi pada tanggal 18 Februari 2001
antar etnis Madura dan Dayak. Konflik ini dilator belakangi dengan pertikaian
perorangan antar etnis, yang mengakibatkan meluas antar suku Madura melawan
Dayak, yang berakibat diungsikan suku Madura dari Sampit ke kampong Madura.
Dari konflik social ini, menambah beban buat Negara karena warga Madura yang
diungsikan kekampung halamannya tidak diterima oleh penduduk setempat dan
sampai sekarang menjadi masalah buat pemerintah
b.
Sulawesi Tengah
Konflik social di Sulawesi Tengah terjadi
didaerah poso yang berkembang konflik antar agama. Konflik ini diawali
perkelahian antara Roy Luntu (Kristen) yang sedang mabuk melawan Ahmad Ridwan
(Islam) didekat masjid Darussalam pada tanggal 26 Desember 1998. Entah dengan
isu apa yang menyebabkan perkelahian ini meluas antar agama islam dengan
Kristen diseluruh daerah poso. Konflik ini menyebabkan ratusan rumah dan tempat
ibadah hancur, konflik ini diselesaikan melalui pertemuan Malino tanggal 19-20
Desember 2001.
c.
Maluku
Konflik antar agama juga terjadi di Maluku,
kejadian ini diawali dengan bentrok antar warga Batumerah, Ambon dengan sopir
angkot pada tanggal 19 Januari 1999. Puncak kerusuhan massa disertai dengan
pembakaran Mesjid Al-Falah, yang membuat warga islam tidak terima kemudian
membalas dengan pembakaran Gereja. Dari kejadian ini mendorong juga ,asyarakat
yang merupakan pelopor Republik Maluku Selatan untuk menghasut dan membuat
kerusuhan di Maluku . Sampai sekarang konflik di Maluku belum dapat diatasi
sampai sekarang.
STANDAR KOMPETENSI :
Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pada Abad Ke-20.
KOMPETENSI DASAR :
Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Perubahan Dunia
Internasional Setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin.
TUJUAN
PEMBELAJARAN……..
SISWA
DAPAT :
·
Menjelaskan pengertian perang dingin
·
Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya
perang dingin
·
Menyebutkan masing-masing 5 negara yang
tergabung dalam blok barat dan blok timur
·
Mendeskripsikan persaingan antara blok barat
dan blok timur dalam menguasai ruang angkasa
·
Menjelaskan keadaan keamanan dunia dalam
perkembangan persaingan persenjataan dan ruang angkasa pada masa perang dingin
·
Menjelaskan faktor utama penyebab berakhirnya
perang dingin antara blok barat dan blok timur.
MATERI PEMBELAJARAN :
BAB III
PERKEMBANGAN
ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI SERTA PERUBAHAN DUNIA INTERNASIONAL SETELAH
PERANG DUNIA II & PERANG DINGIN
A. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perang
Dingin
Perang
dingin adalah istilah yang menggambarkan konflik, ketegangan dan persaingan
setelah perang dunia II antara Amerika Serikat dan Uni Soviet beserta
sekutu-sekutunya.
1.
Latar Belakang Terjadinya Perang Dingin
Adalah :
·
Perbedaan paham/ideology, paham
demokrasi-kapitalis yang di anut Amertika Serikat bertentangan dengan paham
sosialis-komunis Uni Soviet
·
Keinginan untuk menguasai dunia, Amerika
Serikat dan Uni Soviet sama-sama ingin menjadi penguasa di dunia, setelah ke
dua Negara ini menjadi pemenang dalam perang dunia II
·
Perebutan pengaruh, Amerika Serikat dan Uni
Soviet menginginkan untuk memiliki daerah pengaruh yang luas. Amerika Serikat
berusaha memberikan bantuan ekonomi kepada Negara-negara yang baru berkembang
sedangkan Uni Soiviet memberi bantuan militer kepada pejuang-pejuang nasionalis
Negara-negara yang berkembang.
2.
Dampak Terjadinya Perang Dingin
a.
Bidang Politik
Amerika Serikat berusahan menjadikan
Negara-negara yang sedang berkembang menjadi Negara demokrasi agar hak-hak
manusia dijamin. Selain paham demokrasi, juga paham-paham kapitalisme
dikembanngkan. Uni Soviet dengan paham Sosialis-Komunisnya mendengungkan
pembangunan Negara dengan rencana 5 tahun dengan cara dictator.
b.
Bidang Ekonomi
Sebagai Negara kreditor terbesar, Amerika
Serikat berusaha memberikan pinjaman atau bantuaan ekonomi terhadap
Negara-negara yang sedang berkembang. Sedangkan Uni Soviet juga tidak mau kalah
memberikan bantuan kepada pejuang-pejuang nasionalis Negara=Negara yang
berkembang.
c.
Bidang Militer
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni
Soviet di jerman barat dan jerman timur, memicu terbentuknya NATO (North
Atlantic Treaty Organization) pada tanggal 14 April 1949. Sehingga memancing
Uni Soviet mendirikan Pakta Warsawa pada tanggal 14 Mei 1955.
B. Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang
Angkasa Dengan Kondisi Keamanan Dunia Pada Masa Perang Dingin
1.
Perkembangan Teknologi Persenjataan
Teknologi persenjataan dalam perang dingin
selain mengalami perkembangan, hal ini dilakukan oleh Negara-negara maju untuk
memperkuat kedudukan dan keamanan negaranya di dunia. Selain itu, persenjataan
juga merupakan lahan bisnis Negara maju untuk Negara-negara berkembang. Amerika
Serikat pertama menciptakan bom pada tanggal 16 Juli 1945, kemudian Uni Soviet
berhasil juga menciptakan bom pada tahun 1949.
Teknologi persenjataan diantaranya : bom,
senjata darat-udara, senjata nuklir, senjata laser dan kimia. Perlombaan
senjata nuklir antara AS dan Uni Soviet menimbulkan kekhawatiran dan ketegangan
yang luar biasa bagi dunia. Sampai tahun 1983, Uni Soviet menunjukkan posisi
unggul dari Amerika Serikat.
2.
Perkembangan Teknologi Ruang Angkasa
Teknologi perkembangan antariksa terjadi
ketika perang dingin, dan persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
semakin meningkat. Dalam perkembangan ruang agkasa, Uni Soviet lebih Unggul
dari Amerika Serikat, Uni Soviet lebih dahulu meluncurkan satelit bernama
Sputnik I pada tanggal 4 Oktober 1957. Amerika Serikat kemudian menyusul
meluncurkan satelitnya pada tanggal 12 April 1961 yang bernam Explorer. Uni
Soviet kembali memimpin dengan meluncurkan manusia pertama ke angkasa luar pada
tanggal 21 April 1961 yang bernama Yuri
Alekseyivich. Kurang dari sebulan Amerika Serikat meluncurkan astronot
pertamanya Alan B Shepard.
C. Berkahirnya Perang Dingin
Pada akhir abad XX kondisi dunia yang memanas
akibat perang dingin, lambat laun mulai mereda. Berakhirnya perang dingin
dilator belakangi oleh peristiwa runtuhnya Negara Uni Soviet.
Pada tanggal 31 Desember 1991, Uni Soviet
resmi bubar setelah Negara-negara bagiannya menyatakan merdeka dan berdiri
sendiri sebagai Negara merdeka. Hal ini terjadi akibat diterapkannya paham Gasnot
(Keterbukaan), Democratizativa (Demokrasi), dan Rute Of Law
(Supremasi Hukum). Dengan bubarnya Uni Soviet, secara otomatis perang
dinginjuga berakhir. Dan Amerika Serikat menjadi pemenang dalam perebutan
hegemoni kekuasaan di dunia dan menjadi satu-satunya Negara Super Power di
dunia.
STANDAR
KOMPETENSI : Menganalisis
Perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Pada Abad Ke-20
KOMPETENSI
DASAR : Menganalisis
Perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi di Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN…....
SISWA
DAPAT :
·
Menghubungkan revolusi hijau dengan perubahan
teknologi dan lingkungan diberbagai daerah pada masa Orde Baru
·
Menjelaskan perkembangan transportasi di
Indonesia sejak Orde Baru sampai Reformasi
·
Menjelaskan perkembangan komunikasi di
Indonesia pada Masa Orde baru sampai Reformasi
·
Menjelaskan perkembangan industrialisasi di
Indonesia pada masa Orde Baru sampai Reformasi
MATERI
PEMBELAJARAN…….
BAB IV
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
DI INDONESIA
A. Perkembangan Revolusi Hijau dalam
Meningkatkan Teknologi di Indonesia
Seiring dengan meningkatnya perkembangan
revolusi hijau di Indonesia, turut mempengaruhi meningkatnya teknologi di
Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan meningkatnya hasil pertanian di
beberapa wilayah Indonesia. Karena untuk meningkatkan hasil pertanian maka
alat-alat yang digunakan juga harus lebih canggih serta pengelolaan hasil
pertanian ini sangat membutuhkan pabrik-pabrik yang modern.
Selain mendapatkan keuntungan dalam
meningkatnya teknologi, juga mendapat pengaruh negatif terhadap kehidupan
manusia. Hal ini tidak lepas dari rusaknya lingkungan hidup akibat dari polusi
udara, air dan tanah akibat dari pabrik-pabrik dan alat-alat lainnya yang
digunakan dalam pertanian.
B. Perkembangan Transportasi, Komunikasi dan
Industri di Indonesia
1.
Perkembangan Transportasi dan Informasi di
Indonesia
Transportasi adalah pengangkutan barang atau
benda atau sebagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi.
Perkemabangan transportasi di Indonesia mengalami kemajuan pada saat revolusi
hijau. Hal ini diakibatkan karena adanya kebutuhan akan transportasi sangat
dibutuhkan oleh masyarakat khususnya untuk mengangkut hasil pertanian terutama
dari desa ke kota.
Informasi adalah data yang diperoleh, sehingga
mempunyai arti dan nilai. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, informasi berarti
penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita.
Pengertian komunikasi adalah membagi
informasi, memberitahu, memindahkan atau bentukan pikiran secara lisan maupun
tulisan. Defenisi lain menyebutkan, komunikasi adalah suatu transformasi
informasi antar seorang, kelompok atau lembaga dalam bentuk penyebaran berita
melalui lisan, tulisan, gambar, suara, maupun symbol/lambing tertentu.
Lebih lanjut, komunikasi harus mengubah image
atau citra sesuatu dengan menyalurkan informasi yang lebih lengkap tentang hal
tertentu. Melalui komunikasi dapat di koreksi
agar lebih realistis untuk menyampaikan suatu berita, guna untuk menjaga
hal kebenaran.
Pada masa Orde Baru, media komunikasi yang
sangat berperan di Indonesia adalah televisi dan radio. Kedua media ini
memiliki peranan penting dalam masa pembangunan.
Peran media masa Orde Baru adalah :
·
Sebagai alat penunjang pelaksanaan
pembangunan di Indonesia
·
Alat penyiar informasi, gagasan, pendapat,
inovasi dan komunikasi yang beraneka ragam dan jarak jauh
·
Mengubah sikap dan cara hidup untuk mencapai
taraf hidup yang lebih baik
·
Memberi motivasi kepada masyarakat
·
Memberi motivasi kepada masyarakat
·
Memberi penilaian kepada hasil pembangunan
·
Menyampaikan kepada masyarakat tentang
hambatan-hambatan
·
Menginformasikan suatu perkemabangan
·
Alat control dan pengawasan terhadap jalannya
pelaksanaan pemerintahan agar tidak menyimpan dari tujuan yang telah di capai.
Dalam perkembangan IPTEK di Indonesia,
dilakukan pembangunan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Pembangunan
ini dimulai tahun 1974-1976, satelit ini di beri nama Palapa sesuai dengan
sumpah Mahapatih Gajah Mada. SKSD Palapa merupakan sistem satelit komunikasi
yang di kendalikan oleh sistem pengendali yang ada di bumi yang berfungsi
sebagai sarana dalam berbagai aktivitas komunikasi.
Peluncuran pertama SKSD Palapa adalah Palapa
A-1 yang diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 sampai tahun 1996, sudah generasi
ke-3 dengan kode C2 yang jarak jangkauannya dari Irian, Rusia, Australia,
Selandia Baru, Papua Nugini dan Vietnam.
SKSD dapat dimanfaatkan untuk keperluan
komunikasi telepon, baik sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) maupun sambungan
langsung internasional (SLI). Manfaat lain adalah untuk jaringan internet yang
menggunakan jaringan antar computer.
2.
Perkembangan Industrialisasi di Indonesia
Sejak Orde Baru sampai Reformasi
Perkembangan industri di Indonesia tidak
lepas dari proses perjalanan panjang penemuan-penemuan baru di bidang
teknologi. Penemuan-penemuan baru di teknologi itu mendorong terjadinya
berbagai perubahan dalam masyarakat.
Pengembangan industri di Indonesia difokuskan
pada industry pertanian dan industry NonPertanian. Pada dasarnya perekonomian
di Indonesia bersifat agraris, bahkan 80% wilayah indonesiamerupakan daerah
pertanian.
Sumbangan sektor agraris terhadap produksi
nasional lebih besar sumbangan sektor-sektor industri lainnya.
·
Industri Pertanian, merupakan upaya untuk
mengolah sumber daya hayati dengan bantuan teknologi industri. Hasil pertanian
yang mendukung untuk industri meliputi pertanian, perkebunan, perikanan,
peternakan dan kehutanan yang merupakan bahan mentah untuk industri furniture,
tekstile, kertas, rokok dll.
·
Industry Non Pertanian, berbagai jenis yang
termasuk kedalam industry non pertanianmeliputi : semen, besi baja, perakitan
kendaraan bermotor, elektronika, kapal laut, pesawat terbang dll.
Sementara itu, sampai akhir tahun 1970-an
kondisi perindustrian di Indonesia masih sangat lemah. Oleh karena itu, untuk
memperkuat struktur industri pemerintah
menyusun strategi secara bertahap yang dinamakan Peta Rangka Landasan Bidang
Industri.
Jumran_riz712@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar