Minggu, 12 Oktober 2014

BAHAN AJARAN SEJARAH KELAS XII (SEMESTER 1)



STANDAR KOMPETENSI : Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak Proklamasi sampai masa Reformasi.
KOMPETENSI DASAR                        : Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa orde baru.


TUJUAN PEMBELAJARAN……..
SISWA DAPAT :
·         Menjelaskan pertumbuhan penduduk masa Orde Baru
·         Menjelaskan perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa orde baru
·         Mendeskripsikan pengertian revolusi hijau
·         Menjelaskan usaha pemerintah Indonesia dalam menghadapi revolusi hijau
·         Menjelaskan dampak positif dan negatif revolusi hijau bagi masyarakat Indonesia
·         Menjelaskan perkembangan teknologi di Indonesia pada masa orde baru
·         Menjelaskan perkembangan industrialisasi di Indonesia pada masa orde baru






BAB I
PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA
PADA MASA ORDE BARU

A. Proses Pertumbuhan Serta Mobilitas Penduduk dan Perkembangan Masyarakat intelektual Pada Masa Orde Baru

Orde baru merupakan suatu tatanan seluruh peri kehidupan rakyat, bangsa dan Negara yanag diletakkan kembali kepada pelaksanaan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsikuen. Dengan strategi pembangunan di bidang pertanian serta dengan pemerataan pemenuhankebutuhan dasar rakyat (pangan, gizi, pelayanan kesehatan, KB, pendidikan air bersih, dan perumahan). Pemerintah berhasil mengurangi kemiskinan di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga melakukan pemerataan penduduk melalui program transmigrasi guna untuk pemerataan penduduk di tiap daerah.

Pada masa orde baru, telah terjadi kemajuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kemajuan ini bukan hanya di nikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga bagi masyarakat di pedesaan. Hal ini, pemerintah melakukan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang menjangkau antara perkotaan dan pedesaan sehingga kebuthan ekonomi bias saling membutuhkan hasil produksi kota maupun  desa.

B. Dampak Revolusi Hijau dan Industrialisasi Terhadap Perubahan Teknologi dan Lingkungan di Berbagai Daerah Pada Masa Orde Baru

1.   REVOLUSI HIJAU

a.      Pengertian Revolusi Hijau
Revolusi hijau adalah revolusi atau perubahan produksi biji-bijian dari hasil penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari berbagai varietas gandum, padi dan jagung yang membuat hasil panen komoditas tersebut meningkat di Negara-negara berkembang. Revolusi hijau pada dasarnya dapat juga di artikan suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern.

b.      Perkembangan Revolusi Hijau di Indonesia
Revolusi hijau yang berkembang sangat pesat juga berpengaruh terhadap Indonesia. Mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup dari pertanian atau berciri agraris, sejalan dengan adanya revolusi hijau. Sehingga pemerintah berupaya meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai cara.
Berbagai macam penelitian yang di lakukan di Indonesia bertujuan untuk mendapatkan bibit unggul/varietas tanaman pertanian yang sesuai dengan keadaan alam Indonesia. Selain itu juga di lakukan pengolahan lahan-lahan pertanian/perluasan lahan dengan cara membuka lahan-lahan baru serta melakukan program transmigrasi.
Sejak tahun 1950 pemerintah telah melakukan perpindahan penduduk dari jawa ke pulau-pulau yang jarang penduduknya. Tujuannya agar kehidupan masyarakat bias meningkat serta meningkatkan hasil pertanian secara merata di tiap daerah di Indonesia.

Revolusi Hijau di Indonesia di formulasikan dalam konsep “Panca Usaha Tani” yaitu :

1.      Pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau varietas unggul
2.      Pemupukan yang teratur
3.      Pengairan yang cukup
4.      Pemberantasan hama secara intensif
5.      Teknik penanaman yang teratur

Usaha yang di lakukan :

1.      Eksentifikasi Pertanian, yaitu dengan cara memperluas areal pertanian.

2.      Rehabilitasi Pertanian, yaitu usahan meningkatkan produksi pertanian dengan pemulihan kemampuan daya produksi sumber daya pertanian yang sudah kriitis.

3.      Intensifikasi Pertanian, yaitu di lakukan dengan cara penyuluhan, penelitian, dan pencarian bibit unggul.

4.     Diversifikasi Pertanian, yaitu usaha untuk meningkatkan produksi pertanian dengan keanekaraman usaha tani.

c.       Dampak Revolusi Hijau

Dampak Positif:

·       Munculnya bibit unggul berumur pendek sehingga intensitas penanaman bertambah
·       Meningkatkan pendapatan petani
·       Merangsang akan pentingnya teknologi
·       Merangsang dinamika ekonomi masyarakat akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

Dampak Negatif :

·       System bagi hasil akan mengalami perubahan
·       Pengaruh ekonomi uang di dalam berbagai hubungan social di daerah pedesaan makin kuat
·       Keterantungan akan pupuk, zat kimia pembasmi hama yang mengakibatkan biaya prduksi
·       Penigkatan produks panagn tidak di ikuti oleh pendapatan petani secara keseluruhan, karena pengguna teknologi modern hanya di rasakan oleh petani kaya.

d.      Pengaruh Revolusi Hijau Di Indonesia
Perkembangan revolusi hijau di Indonesia mengalami pasang surut karena factor alam dan ekologi. Produksi pangan mengalami kenaikan  pada tahun 1980, hasilnya tahun 1977-1979 indonesia merupakan pengimpor beras terbesar di dunia. Dengan revolusi hijau sangat berpengaruh positif bagi Negara indonseia khususnya pengadaan pangan. Keberhasilan Indonesia ini, mendapat penghargaan dari FAO (Food and Agricultur Organization) pada tahun 1988.


C.  Perkembangan Industrialisasi di Indonesia

1.   INDUSTRI PERTANIAN
Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi mendorong terjadinya berbagai macam perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang turut menikmati kemajuan perkembangan industry. Pada dasarnya perekonomian Indonesia bersifat agraris dan sebagian besar penduduk bekerja di sector pertanian. Hasil-hasil pertanian yang meliputi hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan merupakan bahan mentah untuk kegiatan industry.
Dengan banyaknya bahan mentah tersebtu mendorong adanya pabrik-pabrik untuk mengolah bahan mentah tersebut. Keberadaan pabrik-pabrik tersebtu sangat menunjang perkembangan perekonomian Indonesia.

Bentuk-bentuk industry pertanian yang di kembangkan :

1.      Industry pengolahan hasil tanaman pangan dan holtikultura
2.      Industry hasil pengolahan perkebunan
3.      Industry hasil pengolahan perikanan
4.      Industry hasil penolahan hutan
5.      Industry pupuk dan pestisida
6.      Industry mobil dan peralatan pertanian

2.   INDUSTRI NonPERTANIAN
Berbagai macam industry nonpertanian telah didirikan untuk menghasilkan dan meningkatkan produksinya, diantaranya : pabrik semen (Gresik, Padang, Cibinong dan Makassar). Sampai tahun 1970 kondisi perindustrian Indonesia masih sangat lemah. Oleh karena itu, untuk memperkuat struktur industry Indonesia pemerintah menyusun suatu langkah strategis secara bertahap. Langkah itu di namakan Peta Rangka Landasan Bidang Industri Strukturisasi wilayah-wilayah industri dengan system perumbuhan industry.
Di bidang industry perkapalan, juga telah di bangun di Surabaya yang di kelola oleh PT. PAL pada tahun 1985. Di bidang industry pesawat terbang pemerintah juga membangun perusahaan dengan nama PT. IPTN (Industri Pesawat Terbang Negara) di daerah bandung. Yang sekarang namanya Dirgantara Indonesia. Selain itu, untuk mengelolah produksi logam besi baja juga di bangun pabrik-pabrik di daerah Jakarta dan cilegon dengan nama Krakatau Steel.
Dengan penargetan dan pencapaian hasil teknologi, Indonesia tumbuh menjadi kawasan industry di berbagai tempat. Lahan-lahan pertanian banyak yang menjadi kawasan industry, baik yang dilakukan pemodal asing maupun pemodal dalam negeri. Namun di balik pencapaian tersebut, dampak negative industry di Indonesia juga semakin meningkat. Hal ini terjadi karena tidak di perhatikannya analisi dampak lingkungan (AMDAL), serta mental korup para pejabat Orde Baru yang dapat di sogok sehingga pemilik modal dapat mmbangin industrinya walaupun tak memenuhi persyaratan.

3.   PENGEMBANGAN INDUTRIALISASI dan DAMPAKNYA
Pengembangan industry di Indonesia merupakan salah satu target program pemerintah dalam peiita. Sector industry juga mengalami pencapaian dan penargetan sasaran, yaitu :

a.   Pelita I (1april 1969-31 maret 1974) dititik beratkan pada industry yang mendukung sector pertanian
b.   Pelita II (1 april 1974-31 maret 1979) dititik beratkan pada indutri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku
c.   Pelita III (1 april 1979-31 maret 1984) dititik beratkan pada bahan baku menjdai bahan jadi
d.   Pelita IV (1 april 1984-31 maret 1989) dititik beratkan pada industry yang menghasilkan mesin-mesin (mesin berat ataupun ringan)
e.   Peita V (1 april 1989-31 maret 1994) di programkan untuk dapat menghasilkan barang ekspor industry yang menyerap banyak tenaga kerja, mengelolah hasil-hasil pertanian menjadi barang industry
f.   Pelita VI (1 april 1994-31 maret 1998) dititik beratkan pada pembangunan indurti nasional yang mengarah pada penguatan dan pendalaman struktur di dukung kemampuan teknologi yang makin meningkat.

D.  RESPON MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP PERUBAHAN DUNIA KEARAH GLOBALISASI DI BIDANG TEKNOLOGI

Sejak masa orde baru, kehidupan social ekonomi masyarakat mengalami kemajuan. Perkembangan globalisasi ekonomi telah berhasil memperluas jangkauan kegiatan ekonomi. Perkembangan kemajuan teknologi, khususnya bidang informasi bergerak jumlah yang makin besar. Perkembangan ekonomi pada awalnya telah mengalami kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat. Kemajuan social ekonomi pada masa orde baru tidak hanya di nikmati oleh masyrakat perkotaan, akan tetapi juga masyarakat pedesaan. Pada masa itu kehidupan ekonomi stabil dan berkembang dengan baik.


















KOMPETENSI DASAR      : Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru

TUJUAN PEMBELAJARAN………
SISWA DAPAT :

·         Menjelaskan keadaan politik di Indonesia sebelum terjadi reformasi
·         Menguraikan penyebab terjadinya reformasi
·         Menjelaskan tujuan reformasi
·         Mendiskripsikan secara kronologis terjadinya reformasi
·         Menjelaskan perkembangan politik pemerintah setelah 21 mei 1998
·         Menjelaskan keadaan ekonomi nasyarakat setelah reformasi
·         Menguraikan keadaan social masyarakat setelah reformasi
·         Menguraikan keadaan pemerintahan setelah reformasi
·         Menyebutkan nama-nama cabinet setelah reformasi sampai sekarang.


MATERI PEMBELAJARAN :


BAB II

PERKEMBANGAN POLITIK DAN PERUBAHAN
MASYARAKAT DI INDONESIA PADA MASA
REFORMASI

A. Kondisi Politik dan Ekonomi Sebelum Reformasi

Keberhasilan pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus di akui sebagai suatu keberhasilan. Namun keberhasilan itu tidak di imbangi dengan pembangunan mental (character building) para pelaksanaan pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaksana ekonomi. Pertengahan tahun 1997, KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), utang luar negeri dan swasta semakin meningkat di Indonesia, sehingga tidak mampu menghadapi imbas terjadinya krisis moneter di asia tenggara.

Akibat ekonomi yang lemah serta keadaan politik yang tidak menentu, mahasiswa bersama golongan intelektual mengadakan protes terhadap pelaksanaan pemerintahan, keadaan inilah yang memicuh terjadinya reformasi.

1.   FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA REFORMASI

a.     Krisis Politik
Demokrasi yang dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan poltik. Hal yang mendasar pada masa orde baru adalah adanya penyalah gunaan kekuasaan. Dalam UUD 1945 pasal 2 bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat dan di laksanakan oleh MPR”. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para pengusaha. Pada dasarnya secara de jure (hukum) kedaulatan rakyat berada dan di lakukan oleh MPR, tetapi secara de facto (kenyataan) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR diangkat berdasar ikatan kekeluargaan (nepotisme). Misalnya istri, anak, keluarga atau kerabat dekat para pejabat tinggi Negara bias diangkat jadi anggota DPR dan MPR. Dengan system seperti itu, anggota MPR-DPR itu keanggotaannya dapat diatur dan bergantung oleh penguasa.
Sebelum terjadi reformasi tahun 1998, kondisi politik mulai memanas menjelang pemilu mei 1998. Pemerintahan orde baru yang di dukung oleh Golongan Karya (GOLKAR) berusaha memenanglkan pemilu. Kondisi ini diawali dengan adanya peristiwa tanggal 27 juli 1996, kerusuhan dan perusakan DPP PDI. Pertikaian social berlangsung selama tahun 1996, diantaranya kerusuhan meletus Situbondo, Jawa Timur. Oktober 1996. Kerusuhan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Desember 19996 dan Sanggau Ledo, Kalimantan Barat yang kemudian meluas ke Singkawang dan Pontianak. Ketegangan semakin meningkat menjelang PEMILU 1997, konflik antar agama, suku meletus di Pekalongan bulan Maret 1997 dan menyebar ke Banjarmasin. Kemenangan mutlak GOLKAR dalam pemilu 1997, menjadikan kompetisi anggota DPR-MPR mengarah ke insur-unsur nepotisme.
Dalam sidang Umum MPR Tahun 1998, semua fraksi di MPR-DPR memberi dukungan sepenuhnya kepada soeharto menjadi presiden periode 1998-2003. Naiknya soeharto sebagai presiden tidak dapat di pisahkan dari komposisi DPR-MPR yang telah diatur sebelumnya. Sedangkan dikalangan masyarakat ysng di motori oleh mahasiswa berkembang arus yang kuat untuk menolak soeharto sebgai presiden masa jabatan 1998-2003.

b.     Krisis Hukum
Demikian halnya dibidang ukum, pelaksanaannya pada masa orde baruterdapat banyak ketidak adilan. Misalnya kekuasaan kehakiman yang dinyatakan pada pasal 24 UUD 1945 bahwa kehakiman memiliki kekuasaan yang merdeka dan terlepas dari kekuasaan  pemerintahan (eksekutif) namun kenyatannya kekuasaan kehakiman berada di bwah kekuasaan eksekutif.
Oleh karena itu sangat sulit pelaksana hukum menegakkan keadilah bagi rakyat . karena hakim-hakim lebih mementingkan melayani kepentingan penguasa. Sehingga terkadang hukum sering di jadikan alat pembenaran atas tindakan dengan penguasa, keluarga, kerabat atau para pejabat Negara lainnya. Sehingga sejak reformasi meletus, bidang hukum menjadi salah satu agenda reformasi.

c.     Krisis Ekonomi
Krisis moneter yang melanda Negara-negara Asia Tenggara sejak Juli 1996 mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia tak mampu menghadapi dengan krisis global yang melanda dunia. Pada tanggal 1 agustus 1997, nilai tukar rupiah turun dari Rp. 2.575 menjadi Rp. 2,663.sampai tahun 1998 nilai tukar rupiah mencapai Rp. 16.000/US$ (Dollar).

Krisis ekonomi di Indonesia tidak bisa di pisahkan dari berbagai kondisi, seperti :
·           Utang luar negeri yang semakin besar
·           Industrialisasi, pemerintahan orde baru ingin menjadikan Negara RI sebagai Negara industry. Hal ini tidak di dukung oleh kehiduoan agraris dan pendidikan masyarakat yang rendah.
·           Pemetintah yang sentralistik, sehingga segala keputusan selalu di tentukan di Jakarta.

Dari kondisi di atas, krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Banyak perusahaan yang tidak mampu bayar utangnya langsung gulung tikar. Sehingga terjadi PHK yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran. Kondisi ekonomi yang semakin melemah dengan ketersediannya sembako yang mulai menipis di pasaran. Hal ini menyebabkan harga naik dan memberatkan bagi rakyat.
Dengan kondisi ekonomi ini, pemerintah dengan berbagai upaya dilakukan namun tidak  dapat membendung gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga segala sendi kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain, dan semakin kuatnya dorongan masyarakat agar posisi presiden lengser dari pemerintahan.

d.    Krisis Kepercayaan
Multidimensi yang melanda bangsa Indonesia telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kepimpinan presiden soeharto. Untuk reformasi, berbagai upaya yang dilakukan oleh mahasiswa melalui demonstrasi aksi damai. Aksi ini semakin gencar dengan kenaikan BBM dan ongkos angkutan puncak aksi mahasiswa terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta. Dengan tewasnya mahasiswa elang mulya lesmana, heri hartono, hendriawan dan hafidin royen. Kematian 4 mahasiswa ini membuat solidaritas di kalangan kampus dan masyrakat untuk menentang pemerintah semakin kuat setelah tragedy Trisakti juga menyulut terjadi kerusuhan dan penjarahan pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998. Ketiga peristiwa Mei Kelbu terjadi, presiden pada saat itu berada di Kairo, Mesir dalam rangka mengahadiri KTT G-12. Situasi yang semakin tidak menentu dan semakin besarnya tuntutan kepada presiden untuk mundur membuat presiden soeharto melakukan pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat, politik, agama di istana presiden, Jakarta. Kemudian presiden mengumumkan pembentukan dewan reformasi melakukan perubahan cabinet serta melakukan pemilu dan presiden soehartotidak bersedia di calonkan.
Dalam rangka perkembangannya upaya yang di inginkan oleh soeharto tidak bisa di laksanakan, akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 presiden soeharto menyatakan mundur dari sebagai presiden RI dan menyerahkan kepada wakilnya B.J Habibie.


2.   REFORMASI

a.     Munculnya Gerakan Reformasi
Reformasi adalah merupakan perubahan yang radikal dan menyeluruh dalam tatanan perikehidupan lama dengan tatanan perikehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah baik.
Situasi poltik yang tidak terkendali dan keadaan ekonomi yang tidak stabil, sehingga masyarakat menganggap masa orde baru tidak berhasil menciptakan suasana masyarakat yang adil dan makmur. Oleh karena itu, melalui reformasi di harapkan dapat merubah keadaan Indonesia kearah yang lebih baik dan menciptakan penuh demokrasi. Beberapa agenda reformasi yang di suarakan. Antara lain :

·           Adili soeharto dan krooni-kroninya
·           Amandemen UUD 1945
·           Penghapusan Dwifungsi ABRI
·           Otonomi daerah yang seluas-luasnya
·           Supremasi hukum
·           Pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan neptisme (KKN)

b.     Kronologi Reformasi

§   Pada awal bulan Maret 1998, melalui siding Umum MPR, soeharto terpilih kembali menjadi presiden pada masa jabatan 1998-2003
§   Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut : turunnya harga sembako, penghapusan KKN dan turunnya soeharto dari presiden
§   Pada tanggal 12 Mei 1998, terjadi bentrok antara mahasiswa dengan aparat keamanan pada saat berlangsung demonstrasi
§   Pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998, di Jakarta dan sekitarnya terjadi kerusuhan massal penjarahan yang melumpuhkan kegiatan masyarakat
§   Pada tanggal 19 Mei 1998, puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia berhasil menduduki gedung MPR-DPR
§   Pada tanggal 20 Mei 1998, presiden soeharto mengundang para tokoh-tokoh poltik, agama dan masyarakat untuk membentuk dewan reforasi tetapi gagal.
§   Pada tanggal 21 Mei 1998, jam 10.00 WIB presiden soeharto melotakkan jabatannya di hadapan ketua dan beberapa anggota Mahkamah Agung dan menyerahkan kepada Wakilnya B.J Habibie sebagai presiden inonesia yang ke-3.

c.     Tujuan Reformasi

·           Reformasi politik bertujuan untuk tercapainya demokrasi
·           Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan tercapainya kehidupan masyarakat yang layak
·           Reformasi hukum bertujuan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
·           Reformasi social bertujuan terwujudnya integritas Indonesia.

d.    Perkembangan Politik Setelah 21 Mei 1998

1.     Pengangkatan B.J. Habibie Menjadi Presiden KE-3
Tahun 1998 menjadi satu catatan tersendiri sejarah perubahan di idonesia. Dilator belakangi dari krisis ekonomi yang berkepanjangan dan berlanjut menjadi krisis multidimensi, sebuah usaha perubahan social yang dimotori oleh gerakan mahasiswa yang didukung oleh kesadaran bersama dari para mahasiswa. Momentum ini kemudian berkembang menjadi suatu gerakan bersama yang menuntut perubahan diberbagai bidang, khususnya system pemerintahan.
Setelah dilantik menjad presiden ke-3, B.J. Habibie (Kabient Reformasi Pembangunan) bertekad akan melaksanakan dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN dan melaksanakan agenda reformasi secara menyeluruh. Pada tanggal 11 Mei 1998, B.J. Habibie membentuk cabinet reformasi pembangunan.
Tugas habibie sebagai presiden menggantikan soeharto sangatlah berat yaitu berusaha mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun1997. Habibie mengahadapi keadaan Indonesia yang serba parah, baik ekonomi, hukum, social dan budaya

Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibie dalam bidang POLITIK :

·         Membentuk komite untuk merancang UU politik yang lebih longgar dalam jangka waktu 1 tahun
·         Menyetujui pembatasan masa jabatan presiden 5 tahun(1 periode) dan maksimal 2 periode dalam masa menjabat
·         UU No.9 Tahun 1998 kebebasan untuk menyampaikan pendapat melaui demonstrasi, rapat-rapat umum juga di berikan ruang bagi siapa yang ingin menyampaikan pendapat
·         Dwifungsi ABRI dalam peranannya di dewan juga di hapuskan dan di kembalikan kedasar tugasnya sebagai keamanan
·         Pemberdayaan lembaga MPR, DPR, DPRD sesuai dengan fungsi dan tugasnya
·         Reformasi lembaga kepresidenan
·         Paembaharuan kehidupan partai poltik
·         Penyelenggaraan PEMILU
·         Birokrasi sipil mengarah pada terciptanya institusi birokrasi yang netral dan professional yang toda memihak
·         Mengembalikan fungsi ABRI hankam
·         Pelaksanaan asa desentralisasi

Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibe dalam bidang EKONOMI :

·         Merekapitulasi perbankan
·         Merekonstruksi perekonomian Indonesia
·         Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
·         Menaikkan nilai tuka rupiah di bawah Rp. 13.000
·         Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan IMF
·         Penghapusan monopoli ekonomi

Langkah awal yang dilakukan oleh B.J. Habibie dalam bidang HUKUM :

Reformasi dibidang hukum disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat yang berdasarkan dengan keadilan dan dasar HAM, dan UU di sesuaikan tuntutan reformasi yang terfokus kepada integritas nasional

2.    Jatuh Bangunnya Pemerintahan RI Setelah 21 Mei 1998

a.     Pemilu 1999
Pemilihan umum dilaksanakan pada tanggal 07 Juni 1999 yang diikuti 48 partai politik. Ada lima partai besar peserta pemilu, yaitu : PDI-P, GOLKAR, PKB, PPP dan PAN dan sekaligus merupakan lima penyusunan anggota MPR yang menempatkan Amien Rais sebagai ketua MPI dan Akbar Tanjung sebagai ketua DPR.

b.     Sidang Umum 14-21 Oktober 1999
Pada oktober 1999 dilaksanakan siding umum MPR yang memilih K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai presiden dan Megawati Soekarno Purti sebagai wapres 1999-2004. Selama pemerintahan Gusdur (Kabinet Persatuan Nasional) secara umum belum mampu melepaskan Indonesia dari krisis. Fakta justru yang ada hanya menunjukkan makin banyak terjadi penagngguran, naiknya harga barang, dan meningkatnya angka kemiskinan. Selain itu, konflik di daerah semakin berkembang di antaranya Aceh, Maluku, Papua, Poso, Kalimantan. Banyaknya permasalahan yang dialami oleh bangsa sementara presiden seringkali melakukan kunjungan ke luar negeri. Pada tanggal 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di depan gedung MPR yang meminta gusdur untuk mundur. Pada tanggal 23 Juli 2001 MPR melakukan sidang dan memberhentikan Gusdur sebagai presiden dan kemudian di gantikan oleh Megawati Soekarno Putri sampai periode 2004.
Ketika megawati di lantik menjadi presiden menggantikan gusdur, sangat di harapkan untuk membawa perbaikan dan perubahan. Meskipun ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai tukar rupiah yang lebih stabil. Indonesia pada masa pemerintahannya (Kabinet Gotong Royong) tetap tidak menunjukkan perubahan berarti dalam bidang lainnya. Aktivis terorisme meningkat tajam, sehingga menimbulkan sentiment negative dari luar negeri. Slah satu program Megawati yang relative berhasil adalah pelaksanaan pemilu 2004. Pada bulan Juli 2004 di adakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung untuk pertama kalinya untuk periode 2004-2009.
Hasil pemilihan umum presiden 2004 di menangkan oleh SBY-JK. Pasangan ini mengalahkan Megawati-Hazim Musadi di putaran kedua. Periode SBY-JK (Kabinet Indonesia Bersatu) bertekad untuk melaksanakan agenda reformasi terutama memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Upaya pemberantasan korupsi pada masa SBY-JK, baru hanya sebatas kelas menengah kebawah. Pada masa ini, keadaan politik sangat dinamis karena hubungan antara eksekutif dan legislative bekerja dengan penuh kerjasama. Hal yang paling mendasar kesuksesan pemerintah ini adalah adanya kesepakatan damai antara pihak Indonesia dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Selain itu pada tanggal 9 Mei 2006 indonesia terpilih sebagai Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dua peristiwa  besar yang terjadi pada masa pemerintahan ini. tahun 2008 adalah meninggalnya mantan presiden soeharto tanggal 27 Januari 2008 dan terpidana mati trio bom bali (Amrosi, Ali Gufron, dan Imam Samudro) pada tanggal 9 November 2008. Pada tanggal 9 april 2009, dilaksanakan pemilihan anggota legislatif untuk memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD. Yang di ikuti sebanyak 44 parpol. Sementara itu, tanggal 8 juli 2009 diadakan pemilihan presiden tahap I dan tanggal 8 september 2009 untuk tahap II. Pemilihan presiden tanggal 8 Juli 2009, dimenangkan oleh Pasangan SBY-Boediono untuk periode 2009-2014 denga nama cabinet (Indonesia Bersatu II). Pada masa ini, tekad untuk melaksanakan agenda reformasi tetap dilanjutkan sesuai dengan tuntutan masyarakat.

B.  Kondisi Sosial dan Ekonomi Diberbagai Daerah Sejak Reformasi

1.     Kondisi Sosial Masyarakat Sejak Reformasi

Tuntutan reformasi sesuai dengan agenda yang telah di sepakati, telah disalahgunakan oleh para petuualang politik untuk kepentingan pribadi da kelompoknya. Pada masa reformasi konflik yang terjadi dalam masyarakat makin mudah terjadi dan seringkali bersifat etnis didaerah. Kondisi social yang kacau akibat lemahnya pengakuan hukum dan perekonomian yang tidak kunjung membalik menyebabkan sering terjadi gesekan-gesekan dalam masyarakat.
Kondisi social yang terjadi di Kalimantan barat melibatkan etnis Melayu, Dayak, Kec. Jawai, Sambas Kalimantan Barat. Pencuri di hakimi oleh masyarakat hingga tewas pada tanggal 19 Jaunuari 1999. Kebetulan pencuri ini beretnis Madura sedangkan penduduk desa Parisetia beretnik Melayu dan Dayak. Entah dengan isu apa sehingga masyarakat desa Sarimakmur kebanyakan etnis Madura melakukan balas dendam sehingga terjadi kerusuhan yang menjalar keberbagai daerah di Kalimantan barat. Melalui pemerintah dan tokoh masyarakat ketiga etnis tersebut sepakat membentuk forum komunikasi Kalimantan barat dan segala permasalahan diselesaikan dengan damai melalui wadah tersebut.

Beberapa konflik tersebut antara lain :

a.        Kalimantan Tengah
Konflik social di Kalimantan barat juga terjadi di Kalimantan tengah, konflik ini terjadi pada tanggal 18 Februari 2001 antar etnis Madura dan Dayak. Konflik ini dilator belakangi dengan pertikaian perorangan antar etnis, yang mengakibatkan meluas antar suku Madura melawan Dayak, yang berakibat diungsikan suku Madura dari Sampit ke kampong Madura. Dari konflik social ini, menambah beban buat Negara karena warga Madura yang diungsikan kekampung halamannya tidak diterima oleh penduduk setempat dan sampai sekarang menjadi masalah buat pemerintah

b.        Sulawesi Tengah
Konflik social di Sulawesi Tengah terjadi didaerah poso yang berkembang konflik antar agama. Konflik ini diawali perkelahian antara Roy Luntu (Kristen) yang sedang mabuk melawan Ahmad Ridwan (Islam) didekat masjid Darussalam pada tanggal 26 Desember 1998. Entah dengan isu apa yang menyebabkan perkelahian ini meluas antar agama islam dengan Kristen diseluruh daerah poso. Konflik ini menyebabkan ratusan rumah dan tempat ibadah hancur, konflik ini diselesaikan melalui pertemuan Malino tanggal 19-20 Desember 2001.

c.        Maluku
Konflik antar agama juga terjadi di Maluku, kejadian ini diawali dengan bentrok antar warga Batumerah, Ambon dengan sopir angkot pada tanggal 19 Januari 1999. Puncak kerusuhan massa disertai dengan pembakaran Mesjid Al-Falah, yang membuat warga islam tidak terima kemudian membalas dengan pembakaran Gereja. Dari kejadian ini mendorong juga ,asyarakat yang merupakan pelopor Republik Maluku Selatan untuk menghasut dan membuat kerusuhan di Maluku . Sampai sekarang konflik di Maluku belum dapat diatasi sampai sekarang.






STANDAR KOMPETENSI       : Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pada Abad Ke-20.

KOMPETENSI DASAR            : Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Perubahan Dunia Internasional Setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin.




TUJUAN PEMBELAJARAN……..

SISWA DAPAT :

·         Menjelaskan pengertian perang dingin
·         Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perang dingin
·         Menyebutkan masing-masing 5 negara yang tergabung dalam blok barat dan blok timur
·         Mendeskripsikan persaingan antara blok barat dan blok timur dalam menguasai ruang angkasa
·         Menjelaskan keadaan keamanan dunia dalam perkembangan persaingan persenjataan dan ruang angkasa pada masa perang dingin
·         Menjelaskan faktor utama penyebab berakhirnya perang dingin antara blok barat dan blok timur.


MATERI PEMBELAJARAN :

BAB III

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI SERTA PERUBAHAN DUNIA INTERNASIONAL SETELAH PERANG DUNIA II & PERANG DINGIN


A. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin

       Perang dingin adalah istilah yang menggambarkan konflik, ketegangan dan persaingan setelah perang dunia II antara Amerika Serikat dan Uni Soviet beserta sekutu-sekutunya.

1.   Latar Belakang Terjadinya Perang Dingin Adalah :

·         Perbedaan paham/ideology, paham demokrasi-kapitalis yang di anut Amertika Serikat bertentangan dengan paham sosialis-komunis Uni Soviet
·         Keinginan untuk menguasai dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet sama-sama ingin menjadi penguasa di dunia, setelah ke dua Negara ini menjadi pemenang dalam perang dunia II
·         Perebutan pengaruh, Amerika Serikat dan Uni Soviet menginginkan untuk memiliki daerah pengaruh yang luas. Amerika Serikat berusaha memberikan bantuan ekonomi kepada Negara-negara yang baru berkembang sedangkan Uni Soiviet memberi bantuan militer kepada pejuang-pejuang nasionalis Negara-negara yang berkembang.

2.   Dampak Terjadinya Perang Dingin

a.     Bidang Politik
Amerika Serikat berusahan menjadikan Negara-negara yang sedang berkembang menjadi Negara demokrasi agar hak-hak manusia dijamin. Selain paham demokrasi, juga paham-paham kapitalisme dikembanngkan. Uni Soviet dengan paham Sosialis-Komunisnya mendengungkan pembangunan Negara dengan rencana 5 tahun dengan cara dictator.

b.     Bidang Ekonomi
Sebagai Negara kreditor terbesar, Amerika Serikat berusaha memberikan pinjaman atau bantuaan ekonomi terhadap Negara-negara yang sedang berkembang. Sedangkan Uni Soviet juga tidak mau kalah memberikan bantuan kepada pejuang-pejuang nasionalis Negara=Negara yang berkembang.

c.     Bidang Militer
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di jerman barat dan jerman timur, memicu terbentuknya NATO (North Atlantic Treaty Organization) pada tanggal 14 April 1949. Sehingga memancing Uni Soviet mendirikan Pakta Warsawa pada tanggal 14 Mei 1955.

B. Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa Dengan Kondisi Keamanan Dunia Pada Masa Perang Dingin

1.   Perkembangan Teknologi Persenjataan
Teknologi persenjataan dalam perang dingin selain mengalami perkembangan, hal ini dilakukan oleh Negara-negara maju untuk memperkuat kedudukan dan keamanan negaranya di dunia. Selain itu, persenjataan juga merupakan lahan bisnis Negara maju untuk Negara-negara berkembang. Amerika Serikat pertama menciptakan bom pada tanggal 16 Juli 1945, kemudian Uni Soviet berhasil juga menciptakan bom pada tahun 1949.
Teknologi persenjataan diantaranya : bom, senjata darat-udara, senjata nuklir, senjata laser dan kimia. Perlombaan senjata nuklir antara AS dan Uni Soviet menimbulkan kekhawatiran dan ketegangan yang luar biasa bagi dunia. Sampai tahun 1983, Uni Soviet menunjukkan posisi unggul dari Amerika Serikat.

2.   Perkembangan Teknologi Ruang Angkasa
Teknologi perkembangan antariksa terjadi ketika perang dingin, dan persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet semakin meningkat. Dalam perkembangan ruang agkasa, Uni Soviet lebih Unggul dari Amerika Serikat, Uni Soviet lebih dahulu meluncurkan satelit bernama Sputnik I pada tanggal 4 Oktober 1957. Amerika Serikat kemudian menyusul meluncurkan satelitnya pada tanggal 12 April 1961 yang bernam Explorer. Uni Soviet kembali memimpin dengan meluncurkan manusia pertama ke angkasa luar pada tanggal 21 April 1961 yang bernama Yuri Alekseyivich. Kurang dari sebulan Amerika Serikat meluncurkan astronot pertamanya Alan B Shepard.

C.  Berkahirnya Perang Dingin

Pada akhir abad XX kondisi dunia yang memanas akibat perang dingin, lambat laun mulai mereda. Berakhirnya perang dingin dilator belakangi oleh peristiwa runtuhnya Negara Uni Soviet.
Pada tanggal 31 Desember 1991, Uni Soviet resmi bubar setelah Negara-negara bagiannya menyatakan merdeka dan berdiri sendiri sebagai Negara merdeka. Hal ini terjadi akibat diterapkannya paham Gasnot (Keterbukaan), Democratizativa (Demokrasi), dan Rute Of Law (Supremasi Hukum). Dengan bubarnya Uni Soviet, secara otomatis perang dinginjuga berakhir. Dan Amerika Serikat menjadi pemenang dalam perebutan hegemoni kekuasaan di dunia dan menjadi satu-satunya Negara Super Power di dunia.








STANDAR KOMPETENSI           : Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Pada Abad Ke-20

KOMPETENSI DASAR                : Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi di Indonesia



TUJUAN PEMBELAJARAN…....

SISWA DAPAT :

·         Menghubungkan revolusi hijau dengan perubahan teknologi dan lingkungan diberbagai daerah pada masa Orde Baru
·         Menjelaskan perkembangan transportasi di Indonesia sejak Orde Baru sampai Reformasi
·         Menjelaskan perkembangan komunikasi di Indonesia pada Masa Orde baru sampai Reformasi
·         Menjelaskan perkembangan industrialisasi di Indonesia pada masa Orde Baru sampai Reformasi


MATERI PEMBELAJARAN…….

BAB IV

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
DI INDONESIA

A. Perkembangan Revolusi Hijau dalam Meningkatkan Teknologi di Indonesia

Seiring dengan meningkatnya perkembangan revolusi hijau di Indonesia, turut mempengaruhi meningkatnya teknologi di Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan meningkatnya hasil pertanian di beberapa wilayah Indonesia. Karena untuk meningkatkan hasil pertanian maka alat-alat yang digunakan juga harus lebih canggih serta pengelolaan hasil pertanian ini sangat membutuhkan pabrik-pabrik yang modern.
Selain mendapatkan keuntungan dalam meningkatnya teknologi, juga mendapat pengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Hal ini tidak lepas dari rusaknya lingkungan hidup akibat dari polusi udara, air dan tanah akibat dari pabrik-pabrik dan alat-alat lainnya yang digunakan dalam pertanian.


B. Perkembangan Transportasi, Komunikasi dan Industri di Indonesia

1.   Perkembangan Transportasi dan Informasi di Indonesia
Transportasi adalah pengangkutan barang atau benda atau sebagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi. Perkemabangan transportasi di Indonesia mengalami kemajuan pada saat revolusi hijau. Hal ini diakibatkan karena adanya kebutuhan akan transportasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya untuk mengangkut hasil pertanian terutama dari desa ke kota.
Informasi adalah data yang diperoleh, sehingga mempunyai arti dan nilai. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, informasi berarti penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita.
Pengertian komunikasi adalah membagi informasi, memberitahu, memindahkan atau bentukan pikiran secara lisan maupun tulisan. Defenisi lain menyebutkan, komunikasi adalah suatu transformasi informasi antar seorang, kelompok atau lembaga dalam bentuk penyebaran berita melalui lisan, tulisan, gambar, suara, maupun symbol/lambing tertentu.
Lebih lanjut, komunikasi harus mengubah image atau citra sesuatu dengan menyalurkan informasi yang lebih lengkap tentang hal tertentu. Melalui komunikasi dapat di koreksi  agar lebih realistis untuk menyampaikan suatu berita, guna untuk menjaga hal kebenaran.

Pada masa Orde Baru, media komunikasi yang sangat berperan di Indonesia adalah televisi dan radio. Kedua media ini memiliki peranan penting dalam masa pembangunan.

Peran media masa Orde Baru adalah :

·         Sebagai alat penunjang pelaksanaan pembangunan di Indonesia
·         Alat penyiar informasi, gagasan, pendapat, inovasi dan komunikasi yang beraneka ragam dan jarak jauh
·         Mengubah sikap dan cara hidup untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik
·         Memberi motivasi kepada masyarakat
·         Memberi motivasi kepada masyarakat
·         Memberi penilaian kepada hasil pembangunan
·         Menyampaikan kepada masyarakat tentang hambatan-hambatan
·         Menginformasikan suatu perkemabangan
·         Alat control dan pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan pemerintahan agar tidak menyimpan dari tujuan yang telah di capai.

Dalam perkembangan IPTEK di Indonesia, dilakukan pembangunan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Pembangunan ini dimulai tahun 1974-1976, satelit ini di beri nama Palapa sesuai dengan sumpah Mahapatih Gajah Mada. SKSD Palapa merupakan sistem satelit komunikasi yang di kendalikan oleh sistem pengendali yang ada di bumi yang berfungsi sebagai sarana dalam berbagai aktivitas komunikasi.
Peluncuran pertama SKSD Palapa adalah Palapa A-1 yang diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 sampai tahun 1996, sudah generasi ke-3 dengan kode C2 yang jarak jangkauannya dari Irian, Rusia, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini dan Vietnam.
SKSD dapat dimanfaatkan untuk keperluan komunikasi telepon, baik sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) maupun sambungan langsung internasional (SLI). Manfaat lain adalah untuk jaringan internet yang menggunakan jaringan antar computer.

2.   Perkembangan Industrialisasi di Indonesia Sejak Orde Baru sampai Reformasi
Perkembangan industri di Indonesia tidak lepas dari proses perjalanan panjang penemuan-penemuan baru di bidang teknologi. Penemuan-penemuan baru di teknologi itu mendorong terjadinya berbagai perubahan dalam masyarakat.
Pengembangan industri di Indonesia difokuskan pada industry pertanian dan industry NonPertanian. Pada dasarnya perekonomian di Indonesia bersifat agraris, bahkan 80% wilayah indonesiamerupakan daerah pertanian.
Sumbangan sektor agraris terhadap produksi nasional lebih besar sumbangan sektor-sektor industri lainnya.

·         Industri Pertanian, merupakan upaya untuk mengolah sumber daya hayati dengan bantuan teknologi industri. Hasil pertanian yang mendukung untuk industri meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan yang merupakan bahan mentah untuk industri furniture, tekstile, kertas, rokok dll.
·         Industry Non Pertanian, berbagai jenis yang termasuk kedalam industry non pertanianmeliputi : semen, besi baja, perakitan kendaraan bermotor, elektronika, kapal laut, pesawat terbang dll.

Sementara itu, sampai akhir tahun 1970-an kondisi perindustrian di Indonesia masih sangat lemah. Oleh karena itu, untuk memperkuat struktur  industri pemerintah menyusun strategi secara bertahap yang dinamakan Peta Rangka Landasan Bidang Industri.




Jumran_riz712@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar